Kaltim Kekurangan 283 Guru Produktif
Sabtu, 13 Maret 2010
SAMARINDA – Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kaltim masih mengalami banyak kendala. Salah satu persoalan yang masih perlu dibenahi... Baca selengkapnya...
6.500 Guru Madrasah Belum Sertifikasi
Jumat, 12 Maret 2010
Masih ada yang Terima Insentif Rp250 RibuSERTIFIKASI menjadi impian seluruh guru. Sayangnya, belum semua guru mencapai sertifikasi. Karena ketatnya... Baca selengkapnya...
Seorang Alumni STPDN Jadi Tersangka Teroris
Jumat, 12 Maret 2010
Seorang Alumni STPDN Jadi Tersangka TerorisBanda Aceh (ANTARA News) - Yudi Zulfachri (27) salah seorang tersangka teroris yang ditangkap di kawasan... Baca selengkapnya...
48 PNS Pemkot Makassar Dijatuhi Sanksi Administrasi, Kedisiplinan
Jumat, 12 Maret 2010
Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 48 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemkot Makassar dijatuhi sanksi administrasi dan kedisiplinan.Menurut... Baca selengkapnya...
Terguncang Selama Perjalanan Sangatta-Muara Wahau
Rabu, 03 Maret 2010
Saat Gubernur Kaltim Keliling Utara Hingga Perbatasan (2)BILA perjalanan hari pertama dalam kunjungan kerja gubernur dan jajarannya dengan rute... Baca selengkapnya...
Memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW Dalam Keberagaman
Rabu, 03 Maret 2010
Oleh : Edy Supriatna SjafeiJakarta (ANTARA News) - Peringatan Maulid Nabi terasa penting dewasa ini karena umat Islam menghadapi tantangan yang berat... Baca selengkapnya...
6 Langkah Jadi Atasan Bijak
Kamis, 25 Pebruari 2010
KOMPAS.com - Sebagai atasan, Anda adalah sosok yang selaiknya dihormati dan mendapat hormat dari karyawan. Hormat berbeda dari rasa takut. Anda tentu... Baca selengkapnya...
Menanti Tindak Lanjut Program 100 Hari Kemdagri
Rabu, 24 Pebruari 2010
Oleh : Heppy Ratna Jakarta, (ANTARA News) - Masa kerja 100 hari pemerintah telah berlalu dan program yang menjadi target dari kementerian diklaim... Baca selengkapnya...
TATA KELOLA SISTEM INFORMASI
Sabtu, 30 Januari 2010
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat pertumbuhannya. Jika tidak dikelola dengan cara yang baik dan benar justru akan... Baca selengkapnya...
Perahu Tambangan Mahakam Makin Ditinggalkan
Kamis, 07 Januari 2010
TRANSPORTASI SUNGAIPerahu Tambangan Mahakam Makin Ditinggalkan Jarum jam menunjukkan pukul 11.14 Wita, Sabtu (2/1). Layaknya mengemudi mobil, Riki... Baca selengkapnya...
Sebanyak 70 Istri Pejabat Bantaeng Tinjau Singapura dan Malaysia
Sabtu, 13 Maret 2010
Singapura (ANTARA News) - Rombongan organisasi wanita se Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sebanyak 70 orang, saat ini belajar taman dan Tata... Baca selengkapnya...
Giliran Ketua Lelang Masuk Bui
Jumat, 12 Maret 2010
Aji Syarifuddin memasuki ruang penjara Rumah Tahanan (Rutan) Sempaja, Kamis (11/3) sore."Ini untuk kepentingan penyidikan. Supaya proses penanganan... Baca selengkapnya...
Bupati - Muspida Serahkan SPT Tahunan
Rabu, 10 Maret 2010
MALINAU   -   Bupati Dr Drs Marthin Billa menyerahkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan untuk pribadi/perorangan, tahun pajak 2009 Selasa (9/3)... Baca selengkapnya...
Pegawai Inspektorat Meninggal
Rabu, 10 Maret 2010
INNALILLAHI Wainnaillaihi Rojiun, Pemerintah Kota Bontang kembali kehilangan staf terbaik. Rusdhina Binti Abdul Rahim (46) berpulang kerahmatullah... Baca selengkapnya...
April, Mutasi Besar-besaran di PPU
Rabu, 10 Maret 2010
PENAJAM, TRIBUNKALTIM.co.id - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Andi Harahap menyatakan, sekitar awal atau pertengahan April akan dilakukan mutasi... Baca selengkapnya...
Riset AVG: 40 Persen Situs Jahat Dunia dari AS
Sabtu, 13 Maret 2010
AMSTERDAM, KOMPAS.com — AVG Technologies mengumumkan hasil penelitian yang menemukan bahwa sebagian besar situs web dengan muatan kejahatan di-host... Baca selengkapnya...
AS Keluarkan Laporan Soal HAM di Indonesia
Jumat, 12 Maret 2010
New York (ANTARA News) - Pemerintah Amerika Serikat pada Kamis mengeluarkan laporan yang berisi catatan-catatan mengenai praktik dan masalah hak... Baca selengkapnya...
Dukungan KTP PNS, TNI/Polri Jadi Masalah
Rabu, 10 Maret 2010
PEKALONGAN--MI: Masalah kartu tanda penduduk (KTP) pegawai negeri sipil (PNS) dan TNI/Polri menjadi bahan pendukung majunya calon independen... Baca selengkapnya...
Dua PNS Ditangkap Saat Sedang Nyabu
Rabu, 10 Maret 2010
PALU--MI: Tim Buser Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) membekuk dua PNS di Kabupaten Donggala, saat sedang mengkonsumsi sabu di sebuah hotel di Kota... Baca selengkapnya...
Wapres Pimpin Tim Pengarah Reformasi Birokrasi
Rabu, 10 Maret 2010
Laporan wartawan KOMPAS Suhartono JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono dalam waktu dekat ini akan memimpin Tim Pengarah Reformasi... Baca selengkapnya...

Foto Kegiatan Terkini

000186
000186
000200
000200
dsc02636
dsc02636
dsc02556
dsc02556

 

Seorang Alumni STPDN Jadi Tersangka Teroris

Seorang Alumni STPDN Jadi Tersangka Teroris

Banda Aceh (ANTARA News) - Yudi Zulfachri (27) salah seorang tersangka teroris yang ditangkap di kawasan pegunungan Jalin, Kecamatan Jantho Kabupaten Aceh Besar, disebutkan tidak disiplin selama menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Karena dia tidak disiplin, kita minta ditarik lagi ke Pemerintah Kota Banda Aceh," kata Sekretaris Baitul Mal Kota Banda Aceh HM Sarong Abdullah di Banda Aceh, Kamis.

Yudi Zulfachri merupakan PNS di Baitul Mal Kota Banda Aceh. Yudi kelahiran Banda Aceh, 18 Maret 1983 ditangkap pada Senin (22/2) karena diduga terkait jaringan kelompok teroris.

Menurut HM Sarong Abdullah, Yudi sejak Agustus 2009 sudah pindah kembali ke Pemkot Banda Aceh karena dinilai kurang disiplin dalam melaksanakan tugas.

Yudi mengawali karirnya sebagai staf di Kantor Camat Jaya Baru, Banda Aceh setelah lulus Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor. Karena kurang disiplin dan jarang masuk kantor akhirnya Yudi dipindahkan ke Baitul Mal Banda Aceh.

Pada 22 Oktober 2009 Yudi mengajukan surat pindah tugas ke Bandung, Jawa Barat. Dalam surat pengajuan pindah tugas itu Yudi menulis alasan menambah wawasan khusus di bidang pemerintahan.

Yudi disebut-sebut putra Aceh rekrutan pertama Dulmatin, gembong teroris yang diklaim tewas ditembak aparat Densus 88 di Pamulang, Tangerang pada Selasa ((9/3).

Hingga saat ini aparat kepolisian masih terus memburu jaringan kelompok teroris di Aceh yang sebelumnya bersembunyi di kemukiman Lamkabeu dan diperkirakan sudah melarikan diri ke kawasan hutan Aceh lainnya.(D016/B010)Sumber : Antaranews.com, 12-03-2010
 

Kaltim Merasa ''Dirampok'' Pusat

Lagi, Provinsi Penghasil Migas Perjuangkan Dana Bagi Hasil

JAKARTA   –   Pemerintah Pusat dinilai tidak pernah adil dalam pembagian dana perimbangan dan dana bagi hasil (DBH) ke provinsi penghasil migas, termasuk Kaltim. Karena itu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI, Kaltim menuntut pembagian yang lebih adil bagi daerah.

“Dana yang kita serahkan ke pusat itu sangat besar. Namun dana yang kembali tidak seimbang. Ini sama saja kekayaan kita dirampok dan masyarakat tidak merasakan kekayaan yang dimiliki bumi Kaltim,” tegas Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak setelah RDP di Gedung DPR Senayan, Kamis (4/2) kemarin, yang digelar sejak pukul 10.00 WIB hingga 13.30 WIB dan dipimpin Tamsil Linrung.

Bukan hanya Kaltim. Hadir pula enam provinsi penghasil migas di Indonesia, seperti Pemprov Riau, Pemprov Kepulauan Riau, Pemprov Maluku, Pemprov Jawa Timur, Pemprov Sulawesi Selatan, dan Pemprov Sumatera Selatan.

Menurut ketujuh pemprov, selama ini pembagian dana perimbangan dan DBH belum berdasarkan asas keadilan bagi daerah penghasil devisa terbesar bagi Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari persentase dana yang kembali ke daerah penghasil, tidak sebanding dengan dana yang diserahkan ke Pemerintah Pusat.

Menilik kasus di Kaltim, Awang Faroek mengatakan, pada tahun 2008, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim sebesar Rp 315,2 triliun. Namun pada tahun 2009, hanya mendapatkan dana perimbangan sebesar Rp 7,14 triliun.

Selain itu, DBH bukan pajak dari sektor pertambangan umum, terutama PKP2B, pemerintah daerah hanya menerima 6 persen, sedangkan 7,5 persen dikelola oleh pemerintah pusat. Parahnya lagi, pemerintah pusat tidak pernah melakukan rehabilitasi terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi.

"Seyogianya, dana rehabilitasi itu diambil dari dana pengembangan tersebut. Berdasarkan perhitungan kami, sejak tahun 2001 hingga 2009, dana rehabilitasi yang seharusnya diserahkan ke daerah itu sebesar Rp 14,6 triliun," terangnya.

Awang juga meminta Banggar DPR RI mengupayakan dana penerimaan migas yang masih tertahan di pemerintah pusat sebesar Rp 2,67 triliun segera dikucurkan. "Tahun ini, Menteri Keuangan akan menyalurkan Rp 657,7 miliar. Masih kurang Rp 2,02 triliun. Kami minta hak kami ini segera dikucurkan pemerintah pusat seluruhnya," tegasnya.

Bahkan Pemprov Kaltim sudah 4 kali menyurati Presiden RI dan Departemen Keuangan, namun hingga kini belum ada tanggapan. ”Penundaan penyaluran ini merupakan tindakan semena-mena Pemeritah Pusat yang tidak konsekuen dan konsisten dalam pelaksanaan peraturan dan ketentuan,” tegasnya.

Didampingi 14 bupati dan wali kota se-Kaltim, mereka sepakat menyatakan kekayaan alam Kaltim selama ini habis dieksploitasi, namun yang kembali ke daerah penghasil, hanya sebagian kecil. Mengacu pada PDRB Kaltim terhadap PDB nasional tahun 2008 sebesar Rp 315,22 triliun, tetapi dana yang kembali ke Pemprov Kaltim serta 14 kabupaten dan kota di Kaltim hanya sebesar Rp 17,83 triliun atau 5,65 persen.

Tak hanya memperjuangkan penyaluran dana yang tepat waktu, Kaltim juga meminta pemerintah pusat lebih adil dalam pembagian DBH menyesuaikan dengan besaran dana yang diserahkan ke pemerintah pusat. ”Masyarakat kami juga ingin merasakan kekayaan provinsi mereka. Kaltim dan Riau hanya dikenal sebagai provinsi kaya SDA. Namun tenaga listrik saja masih byarpet (sering padam, Red),” tegas Awang.

LAGU LAMA

Sementara itu, Ketua RDP Banggar DPR-RI Tamsil Linrung menyatakan, Banggar akan merumuskan keinginan ketujuh provinsi yang hadir dalam RDP sebelum melakukan pembahasan anggaran APBN-P. “Melihat jadwal yang kami susun, kemungkinan akhir April sudah selesai pembahasan APBN-P ini. Kami harapkan semua keinginan akan tertampung,” terangnya.

Mengenai selisih perhitungan yang dilakukan Pemprov dan Departemen Keuangan, Tamsil meminta seluruh provinsi untuk membuat laporan tertulis ke Banggar, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pihaknya untuk menyusun anggaran dan mendesak pemerintah pusat untuk melakukan pembayaran. ”Kami meminta pemerintah pusat jangan hanya buru-buru bayar utang luar negeri saja, namun membiarkan daerah tidak memiliki dana pembangunan,” terangnya.

Sedangkan politikus PDIP Trimedya Panjaitan menyatakan, tuntutan pemerintah daerah untuk menambah anggaran merupakan lagu lama. Tetapi hak itu tidak sebanding dengan banyaknya kepala daerah yang terkena kasus hukum usai memimpin. ”Ketika sudah dibantu, banyak kepala daerah yang dijerat kasus hukum. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana pemerintah daerah bisa tenang menjalankan wewenangnya tanpa takut terjerat kasus hukum. Ini yang harus diperjelas,” terangnya.

Pihaknya juga memastikan akan memanggil Departemen Keuangan, Departemen Dalam Negeri, dan Departemen Hukum dan HAM untuk memperjelas status hukum pengelolaan dan penggunaan anggaran. ”Batasan hukum ini harus jelas,” tegasnya.

DUKUNG PEMPROV

Sedangkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan anggota DPR-RI asal Kaltim, serempak mengatakan akan mendukung perjuangan Pemprov Kaltim untuk mendapatkan keadilan dalam pembagian dana perimbangan dan DBH.

Mahyudin, anggota DPR-RI dari Partai Golkar mengatakan, sebagai seseorang yang berada dalam unsur pimpinan partai, dirinya bisa meminta anggota DPR-RI dari Partai Golkar untuk mendukung perjuangan Pemprov Kaltim tersebut. ”Meski hubungan DPR dengan Departemen Keuangan kurang baik, namun kami akan upayakan. Kami hanya meminta data dari Pemprov Kaltim, sehingga perjuangan tidak akan sia-sia,” terangnya.

Sedangkan Anggota DPD-RI Bambang Susilo kepada media ini menyebutkan, DPD memiliki wewenang mempertanyakan ke Pemerintah Pusat alasan pembagian dana perimbangan dan DBH yang kecil terhadap Kaltim, padahal dana yang diserahkan ke pusat mencapai angka Rp 315,2 triliun.

”Kita ini kurang gereget saja. Jangan sampai tahun ini terulang. Apalagi kami (Pemprov, anggota DPR-RI, dan anggota DPD-RI, Red) telah melakukan pertemuan penyamaan visi dan misi. Jangan sampai kita selesai ini diam saja. Perjuangan harus diteruskan,” terangnya.

Sedangkan seorang tokoh masyarakat yang hadir dalam rapat penyamaan visi dan misi, Jafar mengatakan, saat ini sudah saatnya Kaltim mendapatkan hak yang layak. Kalau memang diperlukan, Kaltim bisa memberikan ancaman bagi pemerintah pusat.

”Zaman Gubernur Suwarna, kita pernah mengancam pemerintah pusat, termasuk memerdekakan diri. Akhirnya pemerintah pusat segera mengesahkan undang undang otonomi daerah. Kini, kenapa kita tidak bisa menyamakan satu opini demi keadilan,” tegasnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI selama 30 tahun ini juga menyebutkan, Kaltim harus tegas dalam memperjuangkan haknya tersebut. Jangan hanya panas sesaat, lalu menghilang kembali. ”Kita dahulu pernah meminta 20 triliun demi percepatan pembangunan. Kenapa kita tidak lakukan saat ini lagi,” tegasnya. (ak)  kaltimpost.co.id, 06-02-2010
 
Browser Anda
This website and many others will display better if you use the Firefox web browser. Simply go to: GetFirefox.com
Samarinda
Kalender Agenda
previous month March 2010 next month
M T W T F S S
week 9 1 2 3 4 5 6 7
week 10 8 9 10 11 12 13 14
week 11 15 16 17 18 19 20 21
week 12 22 23 24 25 26 27 28
week 13 29 30 31
Polling
Bagaimana menurut Anda website BKD Tipe 3 ini?

Please register to vote

 
Waktu Sholat