Ini Lho 7 Bekal Sukses dalam Karier
TRIBUNKALTIM.co.id - Semua orang ingin sukses dengan mencapai puncak profesi masing-masing. Tapi mengapa kadang perjalanan terhambat dan karier tersendat? Cari tahu jawabannya dan pelajari triknya.
Kelewat serius mencurahkan perhatian pada orang yang lebih berprestasi atau ada faktor X yang membuat orang lain lebih maju, akan membuat seseorang justru frustrasi lalu menganggap bidang pekerjaan yang digeluti ini mustahil memberi kesuksesan.
Tinggalkan pemikiran semacam itu dan segera kuasai 7 keterampilan berikut untuk bekal menapaki puncak tangga karier, seperti ditulis tabloidnova.
1. Andal Berbicara
Kemampuan bicara menghadapi beragam individu merupakan tuntutan mutlak untuk meraih sukses. Misalnya, kontak mata yang bersahabat, kosakata yang kaya dan kemampuan menyesuaikan bahasa yang digunakan oleh lawan bicara.
Jadi, berlatihlah bicara santun dengan siapapun yang dijumpai dalam keseharian atau ikut kelompok diskusi untuk mengasah kemampuan berdebat.
Rewards yang bakal diperoleh adalah lebih cakap dalam berbagai situasi sosial, piawai membangun jejaring kesuksesan, membantu dalam bekerja dalam kelompok pribadi.
2. Tidak Plin-Plan
Seorang pemimpin yang baik memiliki sikap tegas dan selalu menunjukkan sikap ini setiap kali menghadapi persoalan yang menuntut membuat keputusan.
Apa pun keputusan yang dibuat memang akan menimbulkan pro dan kontra. Akan tetapi ingat, proses pengambilan keputusan akan mendekatkan pada kemampuan menyelesaikan tantangan yang diberikan. Kuncinya, pastikan bahwa keputusan yang diambil sudah dipikirkan secara matang dan ada alasan yang menyertainya.
3. Akuntabilitas
Bagian terpenting lainnya dalam meraih sukses adalah kesediaan menerima tanggung jawab, baik saat sukses maupun gagal.
Jika ini dilakukan, maka dianggap siap menerima tanggung jawab yang lebih besar dan menuai rasa hormat dari kolega karena kerendahan hati yang dimiliki.
Agar bisa meminimalkan kesalahan, perhitungkan segala kemungkinan dan segera mengambil langkah yang tepat guna memperbaiki kesalahan yang dilakukan.
4. Tetap Positif
Dengan mengolah pandangan positif, justru akan memacu orang lain untuk sama-sama menunjukkan sikap positif sehingga lebih produktif dan mungkin saja semakin dipercaya untuk jabatan eksekutif.
Sikap positif sebetulnya mudah yakni dengan menekankan hal-hal positif pada setiap situasi. Intinya, jangan lihat masalah, tapi lihatlah jalan keluarnya.
5. Presentasi Diri
Mempelajari bagaimana kiat mempresentasikan diri pada orang sangatlah penting.
Misalnya, berbusana rapi akan memberi imej sukses di mata orang lain sebelum memulai pembicaraan.
Tak perlu mahal, tapi busana dengan kualitas jahitan berstandar tinggi mengindikasikan kalau dalam banyak hal orang tersebut juga memiliki standar tinggi dan ini yang membuat orang lain kagum.
Seberapa besar memberi pengaruh kuat pada kolega, pimpinan atau klien akan melihat seberapa baik seseorang tampil di mata mereka. Memiliki gaya yang anggun untuk mendukung kesuksesan bukan sesuatu yang buruk, kok.
Jangan lupa, penampilan akan meningkatkan apa yang dirasakan mengenai diri sendiri yang ujung-ujungnya akan membuat makin percaya diri.
6. Kelola Waktu
Ketidakmampuan mengorganisir akan membuat kocar-kacir sehingga pencapaian di bawah target yang ditetapkan.
Untuk mengatasinya, belajarlah menuliskan segalanya secara rinci sehingga memungkinkan semuanya bisa dikerjakan sesuai ketersediaan waktu yang ada. Hasilnya, memiliki kualitas kerja yang lebih baik dan jangan kaget kalau ke depannya akan dipercaya mengemban tanggung jawab yang terus meningkat.
Mampu mengelola waktu bukan berarti tak punya waktu luang untuk diri sendiri, lho. Justru inilah faktor kunci kesuksesan mengerjakan segala seuatu secara tepat waktu dan lebih berkualitas.
Jangan menunda-nunda pekerjaan, tetapkan tujuan-tujuan yang menantang sekaligus realistis, dan manfaatkan waktu seefisien mungkin.
7. Mendeteksi Solusi
Akar dari suksesnya para pemimpin bisnis adalah kemampuan untuk menemukan solusi atas masalah besar. Kemampuan ini memang tidak terlihat nyata melainkan harus ditunjukkan ke orang lain.
Kalau kebetulan satu divisi dengan kolega sudah sedemikian disiplin, tak ada salahnya selalu mencari tahu apa yang paling jadi masalah.
Apakah itu berupa minimnya komunikasi di antara sesama staf, konflik seputar hak masing-masing pegawai, masalah teknis, atau sulitnya mengakses informasi. Cari kemudian bertindaklah. Jangan takut kerja ekstra bila memang berniat mencari solusi. Ingat, orang yang penuh semangat justru tertantang untuk menangani rintangan. Intinya, jangan sebatas puas pada rutinitas. (nova/tribunkaltim.co.id/06/10/2010)




