Konsumsi Susu Jadikan Anak Lebih Sehat
Tingkat Konsumsi Telur, Ayam, Dan Susu Belum Maksimal
SAMARINDA – Tingkat konsumsi telur, daging ayam, dan susu di Kaltim belum maksimal. Padahal, konsumsi daging ayam telur, dan susu bisa menjadikan anak lebih sehat, cerdas dan pintar. "Setiap tahun tingkat konsumsi masyarakat sebetulnya sudah mengalami peningkatan, tapi masih harus terus ditingkatkan lagi," sebut Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Ibrahim.
Dijelaskan, konsumsi terhadap hasil ternak daging, telur dan susu di Kaltim setiap tahun cenderung meningkat. Ini seiring dengan pertambahan penduduk dan kesadaran masyarakat terhadap nilai gizi yang berasal dari protein hewani asal ternak.
SAMARINDA – Tingkat konsumsi telur, daging ayam, dan susu di Kaltim belum maksimal. Padahal, konsumsi daging ayam telur, dan susu bisa menjadikan anak lebih sehat, cerdas dan pintar. "Setiap tahun tingkat konsumsi masyarakat sebetulnya sudah mengalami peningkatan, tapi masih harus terus ditingkatkan lagi," sebut Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Ibrahim.
Dijelaskan, konsumsi terhadap hasil ternak daging, telur dan susu di Kaltim setiap tahun cenderung meningkat. Ini seiring dengan pertambahan penduduk dan kesadaran masyarakat terhadap nilai gizi yang berasal dari protein hewani asal ternak.
Ibrahim menyampaikan, jumlah konsumsi daging di Kaltim sebesar 32.033,5 ton. Namun untuk sementara kemampuan daerah baru bisa memasok sekitar 25.387,21 ton atau 79,25%. Selebihnya 6.646,28 ton atau sebesar 20,75 persen berasal dari luar daerah berupa daging dan ternak hidup siap potong. Di antaranya sapi 32.502 ekor, kambing 15.185 ekor ekor dan unggas (ayam) 882.100 ekor.
"Sementara untuk kebutuhan konsumsi ayam ras sudah dapat dipenuhi oleh produksi sendiri yaitu 18.000 ton atau 95 persen. Khususnya daging sapi sekitar 70 persen dari kebutuhan berasal dari pasokan ternak siap potong dari luar daerah dan 30 persen berasal dari ternak lokal," sebutnya.
Ibrahim kemudian menyampaikan, kebutuhan konsumsi telur sebesar 12.252,33 ton, baru bisa dipenuhi dari produksi lokal sebesar 7.656,95 ton atau 62,49 persen dan kebutuhan konsumsi susu 100 persen berasal dari luar berupa susu olahan.
Struktur konsumsi hasil ternak khususnya daging yang tersebar adalah dari ayam ras yaitu sebesar 19.394 ton atau 60,54 persen, daging sapi sebesar 7.540 ton atau 23,54 persen dan ayam buras 3.059 ton atau 9,55 persen. Sedang selebihnya berasal dari daging babi, kambing, kerbau, dan daging itik.
Dikatakan, sesuai ketentuan, kebutuhan minimal adalah 6 gr/kapita/tahun atau setara dengan konsumsi daging 10,3 kg, telur 6,5 kg dan susu 7,2 kg per kapita per tahun. Sementara tingkat konsumsi protein hewani asal ternak di Kaltim baru mencapai 5,12 gr/kapita/hari atau 85,33 persen, setara dengan konsumsi per kapita per tahun daging 10,6 kg, telur 4,04 kg dan susu 5,0kg.
Ibrahim berharap, warga bisa meningkatkan konsumsi atas daging, telur dan susu. Selain bisa meningkatkan gairah di sektor peternakan, konsumsi protein itu juga meningkatkan kesehatan. Menurutnya, protein hewani dari daging, telur dan susu mampu membuat pertumbuhan sel-sel organ tubuh dengan baik.
"Protein hewani membentuk otak manusia dan sel darah merah lebih kuat sehingga tidak mudah pecah, karenanya membuat otak manusia dan membuat organ bisa cerdas, meningkatkan prestasi dan produktivitasnya. Kekurangan kalori protein juga menjadikan seseorang peka terhadap penyakit dan akan gampang sakit," ujarnya.
Oleh karena itu dianjurkan agar daging telur dan susu sudah diberikan sejak dini, agar lahir generasi yang tangguh, cerdas, sehat, produktif dan penuh gairah. "Protein hewani bermutu tinggi sangat vital untuk pembentukan otak sejak anak masih janin sampai umur 2 tahun," sambungnya.(eff/jpnn/metrobalikpapan.co.id/22/03/2010)




