Dewan Minta Sektor Pendidikan Ditingkatkan Lagi
Didukung Anggaran 20 Persen
TANJUNG REDEB. Keberhasilan duniapendidikan Berau sudah mengalami kemajuan signifikan mengacu dari prestasi para pelajarnya serta melihat realisasi pelaksanaan Unas dari tingkat SMP hingga SMA baru-baru ini.
Kendati persentase kelulusan hanya sekitar 70 persen, namun dewan berpendapat hasil itu adalah hasil terbaik dan perlu diberikan apresiasi dalam mendongkrak kualitas dunia pendidikan Berau.
Tetapi selanjutnya terkait prestasi itu, dewan meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Berau bisa membuat terobosan-terobosan untuk lebih mendongkrak kualitas pendidikan ke depan.
"Harapan kami sangat mendasar, mengingat pengembangan pendidikan telah didukung anggaran 20 persen sebagaimana amanat undang-undang. Belum lagi dukungan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bosda," ujar anggota Komisi III DPRD Berau, Warsito SPd saat hearing dengan Disdik Berau dalam mengevaluasi pelaksanaan tender menggunakan LPSE belum lama ini.
Walaupun telah jelas Berau sudah siap mensukseskan wajib belajar 12 tahun akan tetapi di lapangan seakan aksi nyata hal itu tidak juga direalisasikan. Dibuktikan dengan masih adanya ditemukan anak yang berhenti sekolah tidak sampai lulus SMA. "Seyogyanya saat kita berani mendeklarasikan wajar 12 tahun, saat itu juga kita sudah siap merealisasikan apapun itu kendalanyaa," kata Warsito.
Senada disampaikan anggota dewan lainnya Kamaluddin Sos. Menurutnya sangat ironis dukungan dana besar tapi masih ada ditemukan bangunan sekolah dengan kondisi tidak layak dan masih kekurangan ruangan sekolah. "Seperti kami temukan di Kampung Kasai hanya ada 3 ruangan belajar harapan meminta tambahan sudah diajukan tapi belum juga direalsiasikan," jelas Kamaluddin.
Dari temuan ini sekiranya bisa menjadi bahan cermatan Diknas untuk lebih detail dalam melakukan pendataan bangunan-bangunan sekolah yang tidak layak termasuk kekurangan ruangan belajar agar bisa diperioritaskan penangananya .
Menyikapi masukan itu Kadisdik Dra Hj Rohaini mengatakan menyadari bila realiasasi dunia pendidikan masih belum memuaskan karena memang masih harus kerja keras mencapai sempurna akan tetapi sejauh ini kualitas pendidikan Berau sudah memenuhi standar. Wujud control Disdik Berau dalam mengevaluasi berbagai kemajuan dan kekurangan sekolah dengan memberikan formulir evaluasi di semua sekolah baik dalam kota hingga ke kampung-kampung. "Semua kami lakukan untuk memberikan evaluasi sejauh mana masih kekurangan kita, semua akan kami benahi secara bertahap,"pungkas Rohaini. (sep/sapos.co.id/11/06/2010)




