Jangan Bedakan Guru Negeri dan Swasta
Jaang: MTS Labbaika Membanggakan
SAMARINDA—Wawali Samarinda Syaharie Jaang mengemukakan bahwa tidak ada bedanya antara guru negeri dan guru swasta. Termasuk urusan penunjang kesejahteraan mereka.
”Saya tidak akan membedakan antara guru negeri dan swasta. Peranan mereka sama, untuk meningkatkan sumber daya manusia. Jadi, insentif yang diterima pun harus sama,” ujar Syaharie Jaang memotivasi para guru di lingkungan kampus Labbaika, mulai dari PAUD, TK, MTS, MA dan SMK Labbaika Jalan KH Harus Nafsyi Samarinda Seberang dalam sambutannya pada acara wisuda dan pelepasan siswa, Kamis (10/6).
Begitu pula sebut Jaang jika berbicara peningkatan SDM, juga bukan hanya sekolah negeri saja.
”Saya bangga, dengan MTS Labbaika yang ujian nasional kemarin mencapai kelulusan 100 persen. Sedangkan MA-nya hanya 1 orang yang mengulang, kemudian juga lulus saat ujian ulangan. Walau sekolah swasta, prestasinya membuat kita bangga juga,” imbuh Jaang.
Jadi, sebut Jaang tak perlu jauh-jauh untuk studi banding, cukup datang saja ke Labbaika. Di sini bisa sharing bagaimana para guru-guru di sini menyiapkan siswanya sebelum mengikuti ujian nasional.
”Jadi pantaslah kita memberikan perhatian kepada sekolah ini. Kita hadir ke sini, karena sekolah ini telah berprestasi,” tutur Jaang.
Jaang juga mempromosikan kepada warga sekitar agar bisa mempercayakan anak-anaknya di kampus Labbaika, mulai dari PAUD, TK, MTS, MA dan SMK, kecuali SD-nya karena memang belum didirikan.
Sebelumnya kepala Kampus Labbaika H Ahmad Ade Sulaiman mengemukakan siswa di kampusnya berjumlah 520 dengan guru 35 orang dengan pendidikan akhir sarjana pendidikan dan sarjana agama, baik jebolan Unmul maupun STAIN.
”Sekarang ini masyarakat sudah mulai percaya memasukan anaknya di sini. Buktinya saat ini saja sudah ada kelas yang kita terima duluan. Padahal biasanya kita hanya menerima setelah ada pengumuman dari sekolah negeri atau menampung mereka yang tidak lulus di negeri,” ungkap Ahmad Ade.
Tentunya keberhasilan ini, sebutnya tak terlepas dari kepedulian ketua Yayasan Labbaika sekaligus pendiri H Abu Thaha, peranan Komite Sekolah serta masyarakat kampus Labbaika.
”Kita akan terus berusaha meningkatkan kualitas sekolah kami ini dan sekaligus menjawab kepercayaan orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di kampus ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Jaang kembali menambah koleksi kaligrafi yang dibelinya dari lelang amal pada acara tersebut Rp 1 juta. Begitu pula tokoh masyarakat Habib Fauzi dan Camat Samarinda Seberang H Sumariyadi pun membeli dengan nilai yang sama.(hms2/kaltimpost.co.id/11/06/2010)




