Tak Ada Alasan Terlambat karena Piala Dunia
Pegawai Indisipliner Diancam Sanksi
SAMARINDA. Demam Piala Dunia di Afrika Selatan merasuk hampir semua lapisan masyarakat, tak terkecuali para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap Bulanan (PTTB) di lingkungan Pemkot Samarinda. Semarak even 4 tahunan tersebut makin terasa, karena semua pertandingan dimainkan pada malam dan dini hari waktu Indonesia.
Untuk menghindari banyaknya para aparatur negara yang terlambat masuk kantor karena alasan menonton Piala Dunia, Pemkot Samarinda melalui Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKD), Suryawan Atmadja mengaku telah menyiapkan sanksi yang tegas. "Tak ada alasan Piala Dunia. Kalau ada PNS atau pegawai lainnya yang terlambat ya, bisa dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ujar Suryawan.
Menurut Sekretaris Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Samarinda ini, selama Piala Dunia yang berlangsung satu bulan penuh, sistem pelayanan di Pemkot juga tidak mengalami perubahan. "Artinya jam pelayanan tak ada bedanya dengan hari biasa. Normalnya jam kerja dilakukan mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 dan pukul 08.00 sampai pukul 11.30 untuk hari Jumat" tambahnya lagi.
Menurut Suryawan, setiap tahunnya pengurangan waktu kerja baru dapat dilakukan pada saat memasuki Ramadan. Pengurangan itu pun, kata Suryawan, terlebih dahulu harus didasari surat edaran yang dikeluarkan gubernur yang kemudian diteruskan walikota.
"Tak sembarang melakukan pengurangan jam kerja. Semua ada aturannya. Apalagi hanya karena Piala Dunia, lantas harus terlambat ngantor. Kalau ada pegawai yang demikian, siap-siap saja dikenakan sanksi karena termasuk tindakan indisipliner," paparnya.
Sesuai aturan, kata Suryawan, sanksi yang diberikan kepada PNS atau PTTB yang melakukan indisipliner disesuikan dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. "Kalau indisiplinernya masuk kategori parah, bisa saja penurunan pangkat atau pemotongan insentif kerja," pungkasnya. (ara) Sumber : Samarinda Post, 13 Juni 2010
SAMARINDA. Demam Piala Dunia di Afrika Selatan merasuk hampir semua lapisan masyarakat, tak terkecuali para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Tidak Tetap Bulanan (PTTB) di lingkungan Pemkot Samarinda. Semarak even 4 tahunan tersebut makin terasa, karena semua pertandingan dimainkan pada malam dan dini hari waktu Indonesia.
Untuk menghindari banyaknya para aparatur negara yang terlambat masuk kantor karena alasan menonton Piala Dunia, Pemkot Samarinda melalui Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKD), Suryawan Atmadja mengaku telah menyiapkan sanksi yang tegas. "Tak ada alasan Piala Dunia. Kalau ada PNS atau pegawai lainnya yang terlambat ya, bisa dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ujar Suryawan.
Menurut Sekretaris Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kota Samarinda ini, selama Piala Dunia yang berlangsung satu bulan penuh, sistem pelayanan di Pemkot juga tidak mengalami perubahan. "Artinya jam pelayanan tak ada bedanya dengan hari biasa. Normalnya jam kerja dilakukan mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 dan pukul 08.00 sampai pukul 11.30 untuk hari Jumat" tambahnya lagi.
Menurut Suryawan, setiap tahunnya pengurangan waktu kerja baru dapat dilakukan pada saat memasuki Ramadan. Pengurangan itu pun, kata Suryawan, terlebih dahulu harus didasari surat edaran yang dikeluarkan gubernur yang kemudian diteruskan walikota.
"Tak sembarang melakukan pengurangan jam kerja. Semua ada aturannya. Apalagi hanya karena Piala Dunia, lantas harus terlambat ngantor. Kalau ada pegawai yang demikian, siap-siap saja dikenakan sanksi karena termasuk tindakan indisipliner," paparnya.
Sesuai aturan, kata Suryawan, sanksi yang diberikan kepada PNS atau PTTB yang melakukan indisipliner disesuikan dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. "Kalau indisiplinernya masuk kategori parah, bisa saja penurunan pangkat atau pemotongan insentif kerja," pungkasnya. (ara) Sumber : Samarinda Post, 13 Juni 2010




