Guru Kurang, Sekolah Bojonegoro Digabung
BOJONEGORO--MI: Dinas Pendidikan Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kekurangan 1.644 tenaga pengajar. Akibatnya, sejumlah lembaga terpaksa akan dimerger untuk efisiensi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Bojonegoro Zaenudin menjelaskan, kurangnya guru sejumlah tersebut tersebar di semua jenjang sekolah. Rinciannya, untuk sekolah dasar kurang sebanyak 1.044, SMK kurang 424, SMA kurang 139, dan dan SMP 37 tenaga pengajar.
"Jumlahnya sebanyak 1.644 guru," ungkapnya saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi A DPRD setempat, Jumat (11/6) siang. Menurutnya, salah satu solusi yang dapat dilakukannya dengan menerapkan sistem merger bagi sejumlah sekolah yang dianggap layak dan memenuhi syarat.
Merger sekolah tersebut dimaksudkan dengan menggabungkan beberapa sekolah dalam satu atap. "Dengan demikian, sistem ini akan dapat dicapai efisiensi tenaga guru yang digunakan," jelasnya.
Dia menambahkan, langkah tersebut juga dalam rangka efisiensi anggaran sehingga belanja yang sebelumnya diperuntukkan bagi gaji pengajar dapat dimanfaatkan untuk bidang lainnya. Di antaranya, untuk perawatan gedung sekolah, honor, dan tunjangan guru.
Setelah dilakukan evaluasi bersama pada tahun ajaran ini, dijadwalkan ada 34 sekolah dasar yang akan digabungkan. Lembaga itu di antaranya berada di kawasan Kecamatan Bojonegoro Kota, yakni SD Kadipaten I, II, III, dan IV . Selain itu, SD Llangon juga bakal digabung dengan SDN Kauman. (YK/OL-5/mediaindonesia/14/06/2010)




