Bupati Lirik PNS Muda
Bakal Tempati Pos-pos Strategis di Pemerintahan
PENAJAM - Mutasi pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara hanya tinggal menunggu waktu saja. Bupati Penajam Paser Utara H Andi Harahap berkomitmen menempatkan pegawai-pegawai muda potensial yang sudah memiliki jenjang karier memadai untuk ditempatkan pada pos-pos strategis.
"Syaratnya mampu, punya komitmen. Saya percaya yang muda-muda masih energik dan memiliki gagasan serta inovasi yang kuat untuk membangun daerah. Insya Allah, mereka yang mendapatkan penilaian bagus dan jenjang kepangkatannya memenuhi syarat akan ditempatkan untuk menjabat kepala kantor di daerah ini," kata Bupati H Andi Harahap.
Bupati minta kepada pegawai yang segera mengikuti mutasi tahun ini agar membuat komitmen tegas sanggup melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Bila tidak mampu, ia mengatakan, tidak segan-segan untuk mencari penggantinya. Gerbong mutasi kali ini menyentuh sampai level eselon II dan III.
Secara terpisah sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Penajam Paser Utara Suyanto menegaskan, rumusan dan nama-nama yang bakal terkena gerbong mutasi kali ini sudah selesai. Nama-nama dimaksud, ujar Suyanto, sudah berada di meja bupati.
Ia mengakui memang ada nama-nama yang bongkar pasang menyesuaikan kebutuhan, dan mempertimbangkan pada jenjang kepangkatan yang bersangkutan. Bongkar pasang nama-nama yang akan dimutasi lebih mempertimbangkan kepada kompetensi calon pegawai untuk menduduki pos tertentu.
"Bupati pesan, jangan memaksakan seseorang yang tidak mampu untuk menduduki pos-pos strategis. Bupati minta pengangkatan seseorang didasarkan kepada kompetensi dan kemampuan dengan menyelaraskan pada profil pendidikan yang bersangkutan," kata Suyanto.
Sejumlah sumber media ini mengungkapkan, sebenarnya mutasi sudah dilaksanakan beberapa pekan lalu. Hanya saja, selalu tertunda karena terjadi tarik-menarik sejumlah nama. Bupati, katanya, ingin mengganti beberapa pejabat yang dinilainya tidak cakap memimpin sebuah kantor, badan, dan dinas. Salahsatunya, ujar sumber, kepala daerah dari Partai Golkar itu berencana mengisi posisi bidang perencanaan dengan nama baru.
"Tapi, persoalannya keterbatasan sumberdaya manusia. Kalau mau diganti, Bupati perlu mendatangkan pegawai dari luar Penajam Paser Utara. Ini, yang sampai saat ini sedang dicari siapa yang tepat duduk pada badan yang berkutat pada posisi perencanaan pembangunan daerah," kata sumber. (ari/kaltimpost.co.id/14/06/2010)




