Oknum Guru SMK Dicurigai Jadi Calo Siswa
3 Siswa Hilang
BANTUL, KOMPAS.com - Tiga siswa SMK 1 Sanden, Bantul yang hilang misterius hingga kini, memunculkan kecurigaan dari pihak orangtua siswa.
BANTUL, KOMPAS.com - Tiga siswa SMK 1 Sanden, Bantul yang hilang misterius hingga kini, memunculkan kecurigaan dari pihak orangtua siswa.
Mereka diduga dipekerjakan secara ilegal oleh pihak sekolah. Padahal, saat dilepas oleh Bupati Bantul mereka berpamitan akan magang selama tiga bulan sebagai upaya untuk mencari pengalaman.
Dugaan tersebut disampaikan orangtua siswa saat audiensi dengan Komisi D DPRD II Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (30/6/2010).
Kesimpulan itu mereka peroleh setelah menelusuri langsung ke PT Sentral Benoa Utama di Bali, tempat siswa-siswa tersebut dipekerjakan.
Riswanto, orangtua Ramadhan Putra, mengatakan, berdasarkan keterangan pihak perusahaan mereka menerima ketiga siswa tersebut sebagai tenaga kerja kontrak selama enam bulan.
"Pihak perusahaan menerima siswa dari seorang calo bernama Mugiri. KTP anak saya dipalsukan karena umurnya dibuat 18 tahun, dan statusnya bukan pelajar," katanya.
Oleh perusahaan, para siswa digaji sekitar Rp 50.000"Perusahaan mengaku potongan gaji dilakukan oleh pihak calo. Pihak calo tersebut oleh sekolah diakui sebagai guru pembimbing," paparnya.-Rp 100.000 per hari. Namun gaji riil yang diterima siswa hanya Rp 23.000 per hari. "Perusahaan mengaku potongan gaji dilakukan oleh pihak calo. Pihak calo tersebut oleh sekolah diakui sebagai guru pembimbing," paparnya. (kompas.com/01/07/2010)




