Langgar Pakta Integritas, Bisa Pergantian Pejabat Setiap Tahun
Rita Widyasari yang Hari Ini Dilantik Menjadi Bupati Kukar
BAGI WAKTU: Rita Widyasari bersama suami dan anak-anaknya di taman kediamannya. Kesibukannya tentu semakin meningkat saat menjadi bupati mulai hari ini. (Chrisna/kp)
Pasangan Rita Widyasari-HM Ghufron Yusuf dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kukar periode 2010-2015, Rabu (30/6) ini. Naiknya Rita menjadi orang nomor satu di Kukar ini seolah menjadi kebangkitan kembali dinasti Syaukani HR, mantan bupati yang juga orangtua Rita. Bagaimana obsesi Rita? Apakah kepemimpinannya meniru gaya ayahnya? Berikut wawancara Kaltim Post di kediamannya Jl Melati, Tenggarong.
ASSALAMUALAIKUM…
Waalaikumusalam. Silakan masuk (mempersilakan Kaltim Post duduk di sofa ruang tamu. Rita siang itu baru pulang menghadiri pelantikan Ketua DPRD Kukar Salehuddin yang menggantikan posisinya, Red).
Apa kabar, pasti sudah semakin sibuk sekarang?
Tidak juga. Kalau nanti setelah menjabat bupati baru sibuk dan harus bisa membagi waktu.
Setelah jadi bupati, pasti sudah ada program yang segera dilaksanakan. Bagaimana Anda menjalankan program itu untuk melakukan perubahan di Kukar karena saat ini pengelolaan dana APBD belum maksimal?
Kami memiliki program Gerbang Raja. Program ini merupakan lanjutan dari program Gerbang Dayaku (garapan Syaukani, Red) yang terbukti telah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat Kukar. Pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM terutama di pemerintahan, dan peningkatan kesejahteraan warga Kukar merupakan salah satu yang utama dalam inti program kami. Intinya, dana APBD untuk rakyat.
Lalu, apa program pembangunan infrastruktur yang akan Anda tingkatkan?
Tentunya yang berhubungan dengan kebutuhan utama masyarakat. Kami akan prioritaskan pada pembangunan yang betul-betul dibutuhkan saat ini. Misalnya, pembangunan jalan tembus daerah terpencil, seperti Tabang dan Kembang Janggut. Begitu terpilih, saya akan melakukan pertemuan dengan semua SKPD untuk membahas masalah di Kukar. Sehingga pembangunan bisa merata dan tepat sasaran.
Untuk peningkatan SDM, apa yang akan dilakukan?
SDM di Kukar hanya bisa ditingkatkan bila dilakukan solusi yang sistematis. Pertama, kami akan tingkatkan kesejahteraan guru, seperti memecahkan masalah insentif guru yang tersendat, juga pembagian laptop bagi semua guru. Kami juga akan melakukan pelatihan bagi para guru yang belum memiliki sertifikasi. Bila SDM guru sudah baik, maka tentu kualitas pelajaran bagi siswa meningkat. Setelahnya, kita akan genjot pembangunan infrastruktur pendidikan. Kami juga akan memberikan gratis penerimaan siswa baru dan wajib belajar 12 tahun. Untuk SDM di pemerintahan, saya akan tempatkan orang yang kompeten pada posisinya, jadi bukan asal comot.
Anda menjadi perempuan pertama sebagai kepala daerah di Kaltim. Tentunya ingin memberikan kesempatan kepada perempuan berkembang. Apa yang akan Anda lakukan?
Saya sudah punya format untuk itu. Nanti kami akan buat di setiap desa, ada kelompok usaha untuk perempuan. Nanti akan dimodali dengan dana, mereka akan mengembangkan usaha itu. Dan ada sistem pengawasannya, ini adalah bentuk komitmen kami dalam pemberdayaan perempuan. Yang jelas, nanti pada tahun pertama kami akan menurunkan tim penilai ke 220 desa di 18 kecamatan untuk menanyakan langsung ke masyarakat apakah pembangunan sudah mereka rasakan. Ini akan menjadi bahan evalusi kami di tahun selanjutnya.
Bagaimana dengan SDA Kukar, khususnya batu bara yang katanya menjadi kutukan dan membuat banyak pejabat ditahan. Bagaimana pengelolaannya?
Pengelolaan SDA terutama batu bara akan mendapat banyak evaluasi, tapi tentu tak bisa dihilangkan begitu saja, karena sektor ini salah satu penyumbang pemasukan terbesar bagi daerah. Namun, kami akan meningkatkan sektor lainnya untuk mengimbangi. Terutama pertanian dan perkebunan. Kami akan membuat target bagi SKPD (satuan kerja perangkat daerah, Red) terkait. Misalnya, Dinas Pertanian, mereka tiap tahun harus meningkatkan produksi beras sekian ton. Atau Dinas Perkebunan, tiap tahun harus memperluas lahan sekian hektare, dan seterusnya.
APBD Kukar besar, tapi masih banyak pengangguran dan warga miskin. Apa kendalanya?
Masalah utama Kukar adalah masalah luasan. APBD memang besar, tapi Kukar sangat luas sehingga banyak yang belum terjangkau dalam pembangunan. Saya telah turun ke 220 desa di Kukar, kendalanya ya seperti ini. Karena itu, pertama-tama harus ditingkatkan pembangunan infrastruktur sehingga meningkatkan gairah ekonomi yang selanjutnya tentu akan mendatangkan investor dan menyerap angkatan kerja atau pengangguran.
Kukar dikenal banyak para pejabatnya yang tersandung hukum dan saat ini banyak ditahan dan diadili. Apa yang akan ibu lakukan untuk bisa menghindari ini?
Saya akui, ini menjadi persoalan di Kukar. Semua ini karena sebelumnya kita lemah dalam pengawasan. Karena itulah, saya akan bentuk tim hukum untuk mengkaji semua kebijakan strategis. Sebelum sampai ke meja saya, tim ini yang akan mengkajinya lebih dulu. Demikian pula untuk pejabat kepala instansi, saya akan minta untuk menandatangani pakta integritas. Memang ini tak menjamin mereka melakukan kesalahan, tapi ini akan kami evaluasi setiap tahun. Bisa saja, setiap tahun akan ada pergantian jabatan.
Lalu, apa persoalan yang menjadi prioritas setelah dilantik?
Dalam kepala saya ini, ada banyak masalah yang harus cepat saya selesaikan setelah dilantik. Seperti insentif guru yang belum cair, masalah T3D atau tenaga honor, juga masalah pembentukan Kutai Pesisir. Pokoknya, masalah-masalah ini yang akan segera kami selesaikan.
Bagaimana tanggapan Anda dengan pendekatan Syaukani kepada masyarakat yang dikenal royal, apakah akan seperti itu?
Ayah memang memiliki jiwa sosial. Ini positifnya. Ayah saya melakukan pendekatan-pendekatan langsung pada warga. Saya pun akan menyempurnakan dalam arti mengambil yang positif dan memperbaiki beberapa hal. Yang jelas, semua nantinya diselaraskan dengan program Gerbang Raja, dan juga berbagai program rencana jangka menengah dan panjang yang sudah kami susun. (perbincangan ditutup dengan pertanyaan seputar keluarga).
***
Pelantikan sendiri dilakukan di gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang. Polres Kukar mengerahkan sedikitnya 658 personel disiapkan, termasuk tim penjinak bom. Meski ada ancaman demo, semua pihak yakin pelantikan berlangsung lancar.
“Kami yakin acara pelantikan bupati hari ini aman dan lancar. Yang jelas, Polres Kukar telah menyiapkan pengamanan sejak beberapa hari jelang pelantikan,” kata Kapolres Kukar AKBP Fadjar Abdillah.
Pihaknya juga akan dibantu Brimob Polda Kaltim yang menyiapkan 130 personel satuan setingkat kompi (SSK), 10 personel dari tim penjinak bom. Juga ada 10 personel dari tim escape dan dua pleton dalmas. Juga ada bantuan 60 personel dari 2 peleton dalmas Poltabes Samarinda.
Kendati demikian, pihaknya tidak menampik kabar aksi demo yang rencananya dilakukan berbagai elemen saat pelantikan, salahsatunya mahasiswa. Karena itu, Polres akan memberlakukan pola ring untuk pengamanan. Ring III berada di jalan raya menuju arah gedung PKM. Hanya di ring ini para pengujuk rasa boleh berada. Di ring ini, polisi akan mencegah massa bertindak anarkis, mencatat provokator, merekam kejadian unjuk rasa. Untuk ring II, merupakan pos pemeriksaan berbagai kendaraan yang masuk dan areal pencegahan massa masuk ke gedung PKM. Untuk ring I, yakni di gedung PKM, diperuntukkan untuk peserta yang memiliki undangan atau kartu masuk.
Tim penjinak bom pada H-1 kemarin juga telah melakukan sterilisasi ruang serbaguna PKM. Tim ini memasang detektor di tiap pintu masuk gedung. (che/gs/kaltimpos.co.id/01/07/2010)
BAGI WAKTU: Rita Widyasari bersama suami dan anak-anaknya di taman kediamannya. Kesibukannya tentu semakin meningkat saat menjadi bupati mulai hari ini. (Chrisna/kp)
Pasangan Rita Widyasari-HM Ghufron Yusuf dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kukar periode 2010-2015, Rabu (30/6) ini. Naiknya Rita menjadi orang nomor satu di Kukar ini seolah menjadi kebangkitan kembali dinasti Syaukani HR, mantan bupati yang juga orangtua Rita. Bagaimana obsesi Rita? Apakah kepemimpinannya meniru gaya ayahnya? Berikut wawancara Kaltim Post di kediamannya Jl Melati, Tenggarong.
ASSALAMUALAIKUM…
Waalaikumusalam. Silakan masuk (mempersilakan Kaltim Post duduk di sofa ruang tamu. Rita siang itu baru pulang menghadiri pelantikan Ketua DPRD Kukar Salehuddin yang menggantikan posisinya, Red).
Apa kabar, pasti sudah semakin sibuk sekarang?
Tidak juga. Kalau nanti setelah menjabat bupati baru sibuk dan harus bisa membagi waktu.
Setelah jadi bupati, pasti sudah ada program yang segera dilaksanakan. Bagaimana Anda menjalankan program itu untuk melakukan perubahan di Kukar karena saat ini pengelolaan dana APBD belum maksimal?
Kami memiliki program Gerbang Raja. Program ini merupakan lanjutan dari program Gerbang Dayaku (garapan Syaukani, Red) yang terbukti telah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat Kukar. Pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM terutama di pemerintahan, dan peningkatan kesejahteraan warga Kukar merupakan salah satu yang utama dalam inti program kami. Intinya, dana APBD untuk rakyat.
Lalu, apa program pembangunan infrastruktur yang akan Anda tingkatkan?
Tentunya yang berhubungan dengan kebutuhan utama masyarakat. Kami akan prioritaskan pada pembangunan yang betul-betul dibutuhkan saat ini. Misalnya, pembangunan jalan tembus daerah terpencil, seperti Tabang dan Kembang Janggut. Begitu terpilih, saya akan melakukan pertemuan dengan semua SKPD untuk membahas masalah di Kukar. Sehingga pembangunan bisa merata dan tepat sasaran.
Untuk peningkatan SDM, apa yang akan dilakukan?
SDM di Kukar hanya bisa ditingkatkan bila dilakukan solusi yang sistematis. Pertama, kami akan tingkatkan kesejahteraan guru, seperti memecahkan masalah insentif guru yang tersendat, juga pembagian laptop bagi semua guru. Kami juga akan melakukan pelatihan bagi para guru yang belum memiliki sertifikasi. Bila SDM guru sudah baik, maka tentu kualitas pelajaran bagi siswa meningkat. Setelahnya, kita akan genjot pembangunan infrastruktur pendidikan. Kami juga akan memberikan gratis penerimaan siswa baru dan wajib belajar 12 tahun. Untuk SDM di pemerintahan, saya akan tempatkan orang yang kompeten pada posisinya, jadi bukan asal comot.
Anda menjadi perempuan pertama sebagai kepala daerah di Kaltim. Tentunya ingin memberikan kesempatan kepada perempuan berkembang. Apa yang akan Anda lakukan?
Saya sudah punya format untuk itu. Nanti kami akan buat di setiap desa, ada kelompok usaha untuk perempuan. Nanti akan dimodali dengan dana, mereka akan mengembangkan usaha itu. Dan ada sistem pengawasannya, ini adalah bentuk komitmen kami dalam pemberdayaan perempuan. Yang jelas, nanti pada tahun pertama kami akan menurunkan tim penilai ke 220 desa di 18 kecamatan untuk menanyakan langsung ke masyarakat apakah pembangunan sudah mereka rasakan. Ini akan menjadi bahan evalusi kami di tahun selanjutnya.
Bagaimana dengan SDA Kukar, khususnya batu bara yang katanya menjadi kutukan dan membuat banyak pejabat ditahan. Bagaimana pengelolaannya?
Pengelolaan SDA terutama batu bara akan mendapat banyak evaluasi, tapi tentu tak bisa dihilangkan begitu saja, karena sektor ini salah satu penyumbang pemasukan terbesar bagi daerah. Namun, kami akan meningkatkan sektor lainnya untuk mengimbangi. Terutama pertanian dan perkebunan. Kami akan membuat target bagi SKPD (satuan kerja perangkat daerah, Red) terkait. Misalnya, Dinas Pertanian, mereka tiap tahun harus meningkatkan produksi beras sekian ton. Atau Dinas Perkebunan, tiap tahun harus memperluas lahan sekian hektare, dan seterusnya.
APBD Kukar besar, tapi masih banyak pengangguran dan warga miskin. Apa kendalanya?
Masalah utama Kukar adalah masalah luasan. APBD memang besar, tapi Kukar sangat luas sehingga banyak yang belum terjangkau dalam pembangunan. Saya telah turun ke 220 desa di Kukar, kendalanya ya seperti ini. Karena itu, pertama-tama harus ditingkatkan pembangunan infrastruktur sehingga meningkatkan gairah ekonomi yang selanjutnya tentu akan mendatangkan investor dan menyerap angkatan kerja atau pengangguran.
Kukar dikenal banyak para pejabatnya yang tersandung hukum dan saat ini banyak ditahan dan diadili. Apa yang akan ibu lakukan untuk bisa menghindari ini?
Saya akui, ini menjadi persoalan di Kukar. Semua ini karena sebelumnya kita lemah dalam pengawasan. Karena itulah, saya akan bentuk tim hukum untuk mengkaji semua kebijakan strategis. Sebelum sampai ke meja saya, tim ini yang akan mengkajinya lebih dulu. Demikian pula untuk pejabat kepala instansi, saya akan minta untuk menandatangani pakta integritas. Memang ini tak menjamin mereka melakukan kesalahan, tapi ini akan kami evaluasi setiap tahun. Bisa saja, setiap tahun akan ada pergantian jabatan.
Lalu, apa persoalan yang menjadi prioritas setelah dilantik?
Dalam kepala saya ini, ada banyak masalah yang harus cepat saya selesaikan setelah dilantik. Seperti insentif guru yang belum cair, masalah T3D atau tenaga honor, juga masalah pembentukan Kutai Pesisir. Pokoknya, masalah-masalah ini yang akan segera kami selesaikan.
Bagaimana tanggapan Anda dengan pendekatan Syaukani kepada masyarakat yang dikenal royal, apakah akan seperti itu?
Ayah memang memiliki jiwa sosial. Ini positifnya. Ayah saya melakukan pendekatan-pendekatan langsung pada warga. Saya pun akan menyempurnakan dalam arti mengambil yang positif dan memperbaiki beberapa hal. Yang jelas, semua nantinya diselaraskan dengan program Gerbang Raja, dan juga berbagai program rencana jangka menengah dan panjang yang sudah kami susun. (perbincangan ditutup dengan pertanyaan seputar keluarga).
***
Pelantikan sendiri dilakukan di gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang. Polres Kukar mengerahkan sedikitnya 658 personel disiapkan, termasuk tim penjinak bom. Meski ada ancaman demo, semua pihak yakin pelantikan berlangsung lancar.
“Kami yakin acara pelantikan bupati hari ini aman dan lancar. Yang jelas, Polres Kukar telah menyiapkan pengamanan sejak beberapa hari jelang pelantikan,” kata Kapolres Kukar AKBP Fadjar Abdillah.
Pihaknya juga akan dibantu Brimob Polda Kaltim yang menyiapkan 130 personel satuan setingkat kompi (SSK), 10 personel dari tim penjinak bom. Juga ada 10 personel dari tim escape dan dua pleton dalmas. Juga ada bantuan 60 personel dari 2 peleton dalmas Poltabes Samarinda.
Kendati demikian, pihaknya tidak menampik kabar aksi demo yang rencananya dilakukan berbagai elemen saat pelantikan, salahsatunya mahasiswa. Karena itu, Polres akan memberlakukan pola ring untuk pengamanan. Ring III berada di jalan raya menuju arah gedung PKM. Hanya di ring ini para pengujuk rasa boleh berada. Di ring ini, polisi akan mencegah massa bertindak anarkis, mencatat provokator, merekam kejadian unjuk rasa. Untuk ring II, merupakan pos pemeriksaan berbagai kendaraan yang masuk dan areal pencegahan massa masuk ke gedung PKM. Untuk ring I, yakni di gedung PKM, diperuntukkan untuk peserta yang memiliki undangan atau kartu masuk.
Tim penjinak bom pada H-1 kemarin juga telah melakukan sterilisasi ruang serbaguna PKM. Tim ini memasang detektor di tiap pintu masuk gedung. (che/gs/kaltimpos.co.id/01/07/2010)




