Perampokan Gaji Guru Ratusan Juta Direkayasa
DONGGALA--MI: Gara-gara merekayasa aksi perampokan gaji guru bernilai ratusan juta rupiah, seorang bendaraha di Dinas pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kecamatan Marowala ditahan aparat Polres Donggala.
Onsik, 39, yang sehari-harinya bertugas sebagai bendahara pada Senin (5/7) lalu, mengaku uang gaji guru pada Juli 2010 dan gaji ke-13 yang diambilnya dari Bank Sulteng raib dirampas kawanan perampok di sekitar Desa Balane, Kecamatan Kinivaro, Senin malam lalu, sekitar pukul 20.00 Wita. Namun, aksi rekayasa itu berhasil diungkap polisi pada Selasa (6/7).
Tim Buru Sergap (Buser) Polres Donggala yang curiga atas pengakuan tersangka berusaha menelusuri kegiatan Onsik setelah mencairkan uang gaji guru dari Bank Sulteng hingga terjadinya aksi perampokan.
Dari hasil penyelidikan, petugas banyak menemukan kejanggalan atas pengakuan tersangka. Hingga akhirnya tersangka Onsik mengakui sendiri telah merekayasa perampokan atas dirinya.
Kapolres Donggala AKBP I Nengah Subagia mengatakan seluruh barang bukti uang senilai Rp387,2 juta telah diamankan. "Tersangka menyembunyikan uang gaji guru di kebun di Desa Wayu Kecamatan Marawola Barat," ujar Kapolres I Nengah, Rabu siang (7/7).
Selanjutnya, tersangka kini menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui motif aksi rekayasa tersebut dan ditahan disel Mapolres Donggala. (HF/OL-5/mediaindonesia.com/08/7/2010)




