Senin, 12 Juli 2010 Awang Faroek: Jalan ke Lokasi Wisata Masih Rusak
Pembukaan Erau Molor 3 Jam
TENGGARONG. Pembukaan Pesta Adat Erau Pelas 7 Benua di Stadion Perjiwa, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (11/7) kemarin, menjadi ajang bagi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, menyampaikan kritiknya. Karena Pemkab Kukar dinilai masih belum maksimal dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah ini.
"Selama ini jalan menuju ke lokasi wisata masih rusak. Jadi ke depan jalan menuju desa wisata, harus hotmix. Supaya pengunjung mudah dan bersemangat mendatangi lokasi wisata tersebut. Jangan sampai desa wisata malah terisolir," ujar Awang Faroek.
Menyikapi perlakuan belum maksimal terhadap potensi pariwisata di Kaltim, Awang Faroek menegaskan pendapatan daerah regional bruto (PDRB) dari sektor ini meningkat 12,4 persen. Sehingga kemarin juga menjadi kesempatan gubernur menyampaikan aspirasi ke Menteri Pariwisata Jero Wacik yang hadir membuka erau, untuk mendukung langkah tersebut.
""Kami sudah masuk dalam program kerja 100 hari Kementerian PU dan juga disepakati, Kaltim masuk dalam 6 koridor ekonomi nasional. Saya mohon ini didukung dengan menjadikan Kaltim sebagai salahsatu tujuan wisata nasional," ujar gubernur.
TENGGARONG. Pembukaan Pesta Adat Erau Pelas 7 Benua di Stadion Perjiwa, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (11/7) kemarin, menjadi ajang bagi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, menyampaikan kritiknya. Karena Pemkab Kukar dinilai masih belum maksimal dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah ini.
"Selama ini jalan menuju ke lokasi wisata masih rusak. Jadi ke depan jalan menuju desa wisata, harus hotmix. Supaya pengunjung mudah dan bersemangat mendatangi lokasi wisata tersebut. Jangan sampai desa wisata malah terisolir," ujar Awang Faroek.
Menyikapi perlakuan belum maksimal terhadap potensi pariwisata di Kaltim, Awang Faroek menegaskan pendapatan daerah regional bruto (PDRB) dari sektor ini meningkat 12,4 persen. Sehingga kemarin juga menjadi kesempatan gubernur menyampaikan aspirasi ke Menteri Pariwisata Jero Wacik yang hadir membuka erau, untuk mendukung langkah tersebut.
""Kami sudah masuk dalam program kerja 100 hari Kementerian PU dan juga disepakati, Kaltim masuk dalam 6 koridor ekonomi nasional. Saya mohon ini didukung dengan menjadikan Kaltim sebagai salahsatu tujuan wisata nasional," ujar gubernur.
Sedangkan Bupati Kukar, Rita Widyasari, menuturkan daerah ini terus melakukan pembenahan atas berbagai objek wisata dimilikinya. Seperti Desa Budaya Long Anai di Loa Kulu, lalu Desa Budaya Lekaq Kidau di Sebulu dan lainnya.
"Kemudian melalui Program Gerbang Raja, kami berusaha membangun sektor pariwisata. Agar daerah ini jadi kota wisata," kata Rita.
Sementara Menteri Pariwisata Jero Wacik menyebutkan supaya para kepala daerah lebih giat menggelar berbagai festival budaya dan wisata, seperti Erau.
"Saya juga menyampaikan pesan Pak Presiden, agar para kepala daerah tak larut dengan masalah politik. Karena menyangkut politik, pasti ada kalah dan menang. Makanya satukan semua kekuatan dan bekerja untuk rakyat," ucap Jero Wacik.
Secara umum pelaksanaan upacara pembukaan Erau Pelas 7 Benua 2010 kemarin, berlangsung lancar. Namun disayangkan, acara yang semula dijadwalkan mulai pukul 10.00 Wita, ternyata molor sampai 3 jam. Karuan kondisi tersebut sempat mengundang keluhan banyak pihak.
"Mungkin acara pembukaan Erau ini ditunda sampai besok ya? Sudah jam segini kok belum dimulai, padahal saya juga masih banyak kepentingan lain," ucap seorang Anggota DPRD Kukar sembari meninggalkan Stadion Perjiwa, Tenggarong Seberang.
Tak hanya itu, keluhan paling banyak dilontarkan para pendukung acara, termasuk para petugas keamanan yang sudah siap di lokasi sejak pukul 08.00 Wita.
"Rupanya budaya Indonesia yang jam karet, memang tak bisa diperbaiki," tambah seorang warga Tenggarong. (idn/sapos.co.id/13/07/2010)




