Guru Sudah Kembali Sehat
Nasehatkan Masyarakat untuk Sabar
BALIKPAPAN--Setelah mendapatkan perawatan cukup lama di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) akhirnya KH. Syech. Mas’ud Husein kembali sehat dan bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa untuk memberikan tausiyah dan pembinaan kepada umat.
Ulama kharismatik yang akrab disapa Guru ini sempat mengalami sakit berat sehingga mengalami kencing darah saat dirawat di RSPB, bahkan pihak dokter pun sudah memvonis supaya guru segera dioperasi, tetapi mukjizat dan kuasa Allah SWT terjadi pada dirinya, batu empedu yang tadiinya diklaim berada di ginjal ternyata setelah dilakukan beberapa kali rongen tidak ada sama sekali.
“Semua ini kuasa Allah SWT, selama sakit guru selalu berdoa,” kata Guru kepada Post Metro saat ditemui di kediamannya pada Minggu kemarin (11/7). Guru pun sempat dipasangkan berbagai peralatan emergency, karena saat itu kondisi tubuhnya dalam kondisi darurat dan kritis. Namun berkat kekuatan doa yang dipanjatkan akhirnya bisa melalui masa kritis tersebut.
Menurut Guru setiap orang pasti akan dicoba oleh Allah SWT, baik berupa sakit, mendapatkan musibah, kehilangan harta dan lainnya. Tetapi setiap mendapatkan cobaan tersebut Allah SWT selalu meminta untuk bersabar dan berpasrah diri kepadaNya. Sebab dengan bersabar dan memperbanyak istighfar niscaya Allah SWT akan mengganti cobaan tersebut dengan sebuah anugerah dan yang bersangkutan akan diangkat derajatnya.
“Semua itu sudah diatur oleh Allah SWT,” ujar Guru yang pada saat sakit banyak mendapatkan kunjungan dari para muridnya. Pada kesempatan tersebut Guru pun kembali mengingatkan kepada masyarakat Balikpapan untuk hati-hati dalam memilih seorang pemimpin karena sebentar lagi akan diadakan Pemilukada untuk kota Balikpapan. Dia berpesan supaya memilih pemimpin yang jujur dan peduli dengan kesejahteraan masyarakatnya.
Kalau pemimpinnya jujur tentu ke bawahnya tidak ada yang berani macam-macam. Apalagi potensi yang ada di kota Balikpapan sangat besar dan sangat disayangkan kalau ternyata potensi tersebut tidak bisa dikembangkan karena salah memilih seorang pemmpin. “Contohlah pemimpin seperti Umar Bin Khatab yang sangat takut berbuat zalim,” imbuh Guru.
Selain itu seorang pemimpin lanjut Guru harus sering turun ke masyarakat supaya mengetahui secara pasti kondisi masyarakat yang dipimpinnya jangan hanya berada di belakang meja menerima laporan dari bawahan, sebab pemimpin yang baik adalah pelayan kelas wahid yaitu melayani masyarakat yang dipimpinnya. Maka sebelum terlambat masyarakat Balikpapan pun harus jeli dan jangan salah memilih pemimpin yang akan memimpin mereka lima tahun kedepan.(are/metrobalikpapan.co.id/13/07/2010)




