LPj PNPM Mandiri Telat
Dananya Terancam Gagal Cair
BALIKPAPAN--Pelaksanaan sejumlah proyek di 27 kelurahan di Balikpapan yang dibiayai melalui program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri belum rampung. Padahal pada bulan Juli ini seharusnya, laporan pelaksanaan sejumlah proyek PNPM Mandiri ini telah selesai.
“Seharusnya Juli ini semua laporan dari KSM sudah rampung,” kata Kasubid Kesejahteraan Rakyat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Balikpapan, Kartini kepada Post Metro pada Senin (12/7). Menurut dia, dengan terlambatnya laporan pertangggungjawaban (LPj) tersebut maka dana untuk kegiatan selanjutnya dari proyek PNPM Mandiri ini terancam tidak akan cair.
“Bagaimana dana untuk kegiatan selanjutnya akan cair kalau laporannya belum rampung,” ujar Kartini. Untuk itu, dirinya berharap agar setiap kelurahan yang melaksanakan program PNPM Mandiri segera melaporkan seluruh kegiatanya sehingga tidak ada dugaan telah terjadi penyimpangan. “Lebih baik segera dilaporkan supaya tidak ada kecurigaan penyelewengan dana,” sebut dia.
Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Sosial Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkot Balikpapan, Agus Budi Prasetyo mengatakan, pemerintah pusat melalui Pemkot Balikpapan memberikan bantuan dana taktis untuk mempercepat pembangunan. Anggaran tersebut dikemas dalam PNPM Mandiri.
“Besarannya Rp 2,7 miliar berasal dari APBN dan Rp 2,5 miliar dari APBD sehingga total dana mencapai Rp 5,2 miliar,” sebut Agus. Dana itu akan diberikan kepada masyarakat pada sejumlah kelurahan di Balikpapan. Nantinya, lanjut Agus, masyarakat di kelurahan membentuk beberapa kelompok untuk melakukan kegiatan. Selanjutnya dilakukan verifikasi bentuk kegiatan yang dikoordinasi oleh Dinas PU.
Jika dianggap memenuhi syarat, dana itu bisa langsung dicairkan. Namun, jumlah dana yang diberikan tidak dipukul rata. Masing-masing kelurahan berbeda-beda. “Tergantung jenis kegiatan dan kemampuan per kelompok di tiap kelurahan,” katanya.
Ia memaparkan, dengan dikucurkannya PNPM ini, diharapkan bisa mengembalikan budaya gotong royong dan menghidupkan kegiatan kemasyarakatan antarwarga. “Semangat PNPM ini dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Nantinya dana ini akan terus digelontorkan hingga tahun 2015.
Jadi, pencairannya bertahap,” sebutnya. Kegiatan yang bisa dibantu melalui dana ini harus berupa kegiatan fisik, ekonomi, dan lingkungan. “Jika dinilai bagus, baru dananya bisa dicairkan dan kegiatannya siap dimulai,” terangnya.
PNPM Mandiri, tambah Agus, bisa juga dirumuskan sebagai mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi.(vie/metrobalikpapan.co.id/14/07/2010)




