Tabrakan Dua Bus Berpenumpang PNS, Tiga Tewas
NGANJUK--MI: Tabrakan maut antara dua bus pariwisata eksekutif Karya Jasa dan Barokah terjadi pada Minggu (11/6) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Akibatnya, tiga penumpang tewas.
Sebanyak 22 penumpang ke dua bus ini menderita luka sedang hingga berat dan dirawat di dua rumah sakit di daerah ini. Kejadian itu terjadi di Jalur padat Surabaya-Madiun, tepatnya di Desa Petak, Kecamatan Bagor, Ngajuk, Jawa Timur.
Bus Barokah bernomor polisi AG 7015 UG membawa rombongan pejabat dan karyawan Pengadilan Agama Jombang menuju Jombang yang baru saja berwisata di Yogyakarta. Bus Karya Jasa bernomor AB 7401 AS dalam perjalanan pulang menuju Kebumen membawa rombongan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kebumen, Jawa Tengah, dari tempat wisata di Bali.
Seorang penumpang Bus Barokah yang tewas yakni Lukman Hakim, 50, warga Jombang yang diketahui sebagai Kepala Pengadilan Agama, Kabupaten Jombang. Dua korban lain dari Bus Karya Jasa yakni Sri Ema Umiyati, seorang kepala SDN di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dan Suwardiono, sopir bus nahas itu.
Informasi yang dihimpun dari Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Nganjuk Inspektur Dua Arnisi menerangkan tabrakan terjadi saat bus sopir Karya Jasa membanting stir ke arah kanan setelah hampir menabrak pengendara sepeda motor. Saat banting stir itu, dari arah berlawanan meluncur Bus Barokah berkecepatan tinggi hingga terjadilah tabrakan maut itu.
"Kami masih mendalami apakah tabrakan karena sopir Karya Jasa mengantuk atau karena sebab lain," kata Arnisi.
Hingga Minggu petang, terdapat 22 penumpang yang dirawat di dua rumah sakit. Sebanyak 18 korban di Rumah Sakit Bayangkara dan 4 lainnya di Rumah Sakit Umum daerah Nganjuk. Akibat tabrakan dua bus itu, lalu lintas Madiun-Surbaya via Nganjuk macet hingga lebih dari tiga jam lamanya.
Jenazah Kepala Pengadilan Agama Jombang Lukman Hakim, Minggu siang, langsung dibawa ke rumah duka di Kompleks Pondok Pesantren Choiriyah, Seblak, Kecamatan Diwek, Jombang. Suasana haru biru menyambut kedatangan almarmhum yang juga pengasuh Pesantren Al Choiriyah itu.
Sejumlah tokoh pesantren Jombang ikut menyambut. Di antaranya, pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Shalahudin Wahid (Gus Solah) dan mantan pengurus Lajnah Falakiyah PB NU Mahfud Anwar.
Lukman yang dikenal luas warga NU di Jombang meninggalkan seorang istri dan tiga putra. Namun, kedatangan jenazah Lukman tidak bisa disaksikan istrinya, Siti Nursaadah. Sebab, sang istri ikut menjadi korban dalam tabrakan maut itu dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bayangkara Nganjuk. (ES/OL-5/mediaindonesia.com/14/07/2010)




