Komisi III Minta Laporan Kinerja SKPD
Juga Desak RAPBD Perubahan 2010 Dibahas
TENGGARONG. Kalangan wakil rakyat di Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), mengaku gerah dengan kondisi pembangunan daerah ini. Khususnya mengenai realisasi berbagai program pembangunan yang dinilai banyak jalan di tempat. Untuk itu mereka mendesak semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Kukar, untuk menjelaskan hasil pencapai kinerja masing-masing.
"Kami akan meminta penjelasan sekaligus ketegasan semua SKPD, tentang hasil kinerja masing-masing. Berapa anggaran yang sudah digunakan sampai Juni 2010 ini. Kan sekarang kami belum tahu nih, berapa anggaran sudah terpakai. Misalnya untuk Disdik (Dinas Pendidikan) digelontorkan Rp50 miliar, berapa dapat terserap," ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kukar, Abdul Sani.
Langkah Komisi III dalam meminta penjelasan semua SKPD tersebut, tak lain untuk kepentingan masyarakat. "Sehingga kita bisa mengetahui dengan jelas, apa-apa saja sudah dilakukan SKPD terkait. Nah, tak hanya meminta laporan di atas kertas, kami dari kalangan dewan juga pasti meninjau realisasi kegiatannya di lapangan," tambahnya.
Selain itu, menurut Hery Prasetyo yang juga duduk di Komisi III DPRD Kukar, pihaknya juga mendesak eksekutif untuk segera membahas Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) guna Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Kukar 2010.
"Supaya perencanaan kegiatan di APBD Perubahan nanti berjalan lancar dan tak lagi terbentur oleh keterbatasan waktu. Paling tidak, begitu nanti APBD Perubahan disahkan, bisa segera dilelang pekerjaan fisiknya," ujar Hery.
Tak hanya itu, Komisi III juga berencana melakukan lagi evaluasi terhadap berbagai pekerjaan fisik yang sudah dicetuskan dilaksanakan di 2010 ini. Termasuk mengenai rencana pembangunan jembatan baru di atas Sungai Mahakam di bilangan Kecamatan Loa Kulu.
"Kami menganggap penting membahas masalah ini dengan semua pihak terkait. Seperti rencana pembangunan Jembatan Mahakam di Loa Kulu, itu menurut kami bisa ditunda dulu. Karena masih ada proyek prioritas lainnya, yakni pembangunan jalan atau jembatan penghubung ke Jembatan Martadipura di Kota Bangun. Dengan begitu jalur darat Kota Bangun ke Kenohan, Kembang Janggut dan Tabang, dapat terwujud," katanya lagi.
Seperti diketahui, Jembatan Martadipura yang berdiri megah di atas Mahakam di bilangan Kota Bangun, selama ini juga dikenal sebagai "jembatan ajaib" maupun "Jembatan Abu Nawas". Karena sudah berdiri bertahun-tahun, tapi sampai sekarang belum bisa dipergunakan. Karena tidak memiliki jalan penghubung dari daerah sekitar ke jembatan itu.(idn/sapos.co.id/16/07/2010)




