Guru Dimutasi, Siswa dan Guru SMA Mogok
SITUBONDO, KOMPAS.com - Sekitar 496 siswa SMA Negeri I Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, mogok belajar Kamis, (15/7/2010).
Mereka melakukannya sebagai tanda solidaritas bagi guru olah raganya bernama Novi (41) yang dimutasi ke SMA I Panji.
Aksi mogok ini tidak hanya dilakukan ratusan siswa, melainkan juga dikuti seluruh guru SMAN I Panarukan. Akibatnya, proses belajar mengajar lumpuh total selama empat jam.
Para guru dan siswa hanya duduk dan berdiri di depan pintu masuk sambil menunggu hasil keputusan rapat antara pengawas sekolah dan kepala sekolah serta enam orang perwakilan siswa dari osis tersebut.
“Kami semua memang tidak akan masuk sekolah, selama guru olah raga kami tidak dikembalikan,” ujar Fitra Mulya, murid kelas 11 SMA tersebut.
Para siswa dan guru menganggap Novi berhasil mengangkat citra sekolah di kawasan perbukit an itu. “Pokoknya, apapun yang terjadi kami tetap akan mempertahan guru itu,” ujarnya.
Lain lagi komentar seorang guru. “Saya ikut tidak masuk sekolah. Masak saya mau ngajar bangku, sedangkan siswa berada di luar sekolah,” kata Rukmi, seorang guru SMAN I.
Kepala SMAN I Panarukan, Hidayati, ternyata juga akan dimutasi sebagai Kepala Sekolah SMAN I Panji.
Hidayati sebetulnya menyadari, “Sebagai abdi negara, seharusnya kita siap dan kapan saja dimutasi oleh pimpinan.” Namun, ia merasa tidak siap dimutasi.
Alasannya, selama ini pihak sekolah tidak pernah mengusulkan mutasi para guru. Kata dia, mutasi para guru dan kepala sekolah direncanakan oleh Pemkab Situbondo. (Izi Hartono/kompas.com/18/07/2010)




