Orangtua Murid di Kukar Berharap Guru Tidak Mogok Massal
TENGAGRONG, tribunkaltim.co.id - Orangtua/wali murid di Kutai Kartanegara berharap guru mengurungkan niatnya untuk mogok massal. Pasalnya, pemogokan akan berdampak besar terhadap pendidikan anak-anak mereka.
"Kalau semuanya mogok, siapa yang mau mengajar di sekolah. Otomatis anak-anak diliburkan lagi. Kalau bisa janganlah. Kasihan juga anak-anak jadi korban," ujar Andira, salah seorang orangtua murid, Minggu (25/7/2010).
Namun, Andira mengaku bisa mengerti tuntutan yang menjadi hak guru dalam bentuk insentif. "Mungkin aksinya tidak mogok massal, tapi yang lain, yang tidak mengorbankan pendidikan," katanya.
Senada dengan Andira, Soleh, orangtua murid mengatakan, hulu persoalan guru ada di Pemkab Kukar melalui Disdik. Rencana mogok massal katanya tidak akan mencuat dari benak guru, jika mereka mendapatkan haknya dengan teratur. "Agak dilema juga sebenarnya. Mereka sudah melaksanakan kewajiban, tapi haknya belum diberikan. Seharusnya pemerintah peka, agar murid tidak menjadi korban seandainya mereka mogok," katanya. Ia berharap Dinas Pendidikan Kukar juga memberikan perhatian yang serius terhadap tuntutan guru.(tribunkaltim.co.id/26/07/2010)




