80 Pendaftar, Berminat hanya 16 Guru
Program Pascasarjana Bagi Pengajar di RSBI
BALIKPAPAN - Untuk mendukung peningkatan kualitas pengajar di sekolah berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), Disidik Balikpapan menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Malang (UNM). Bentuknya, penyaluran guru-guru untuk mengikuti program pendidikan pascasarjana. Tak itu saja, peserta mendapat “bonus” program intership (magang) di Australia selama 3 bulan saat semester 3.
“Semuanya dibiayai oleh Pemkot Balikpapan, termasuk uang sakunya,” sebut sekretaris merangkap Plt Kadisidik Balikpapan Sri Wahyuningsih usai penandatanganan MoU antara UNM dan Pemkot Balikpapan di gedung Disdik pagi kemarin. UNM diwakili oleh DR Martin Palli selaku Direktur Pascasarjana UNM. Sementara pemkot diwakili Wawali Rizal Effendi.
Sekalipun program ini sangat bagus, kata Yuyun-sapaan Sri Wahyuningsih, namun sangat disayangkan, peminatnya sangat minim. Padahal tuntutan peningkatan kualitas guru RSBI sangat diperlukan. “Tuntutan RSBI adalah memiliki guru yang fasih berbahasa Inggris atau bilingual untuk mata pelajaran rumpun IPA dan Teknologi dengan skor TOEFL minimal 7,5 atau rata-rata lebih dari 450. Kualifikasi para pendidik juga harus minimal S2 dan S3,” papar Yuyun.
Sejumlah kendala yang menjadi alasan sejumlah guru enggan mengikuti program ini, kata Yuyun, di antaranya; tidak mau meninggalkan keluarga, tidak mau kehilangan tunjangan profesinya atau tunjangan kerja daerah dan lain-lain dari sekolah, serta tidak mampu belajar lagi karena faktor usia.
Sementara itu, Wawali Rizal mengaku mendukung sepenuhnya program ini. Ia juga berharap, guru-guru, terutama pengajar RSBI memiliki kualitas berbobot demi peningkatan SDM anak didik sesuai amanah Permendiknas Nomor 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. “Harapannya, semua guru RSBI berpendidikan minimal S2. Tapi jangan asal S2. Harus linear dengan latar belakang pendidikan sebelumnya dan spesialisasi mata pelajarannya,” sindir Rizal. (lhl/kaltimpost.co.id/30/07/2010)




