Bupati: Jaga Kerukunan Antaretnis
TANJUNG REDEB-Bupati Berau sangat bangga dengan keharmonisan antaretnis dan umat beragama di Berau. Faktor tersebut dianggapnya sangat penting demi kelangsungan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau.
Dalam pembukaan wayang kulit yang digelar masyarakat Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (31/7) malam, Makmur juga berterima kasih kepada warga Kampung Labanan, Tumbit Melayu, Tumbit Dayak, serta kampung di sekitarnya yang telah menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Berau telah berjalan aman dan kondusif.
Hal senada pun pernah diungkapkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Mathius Salempang dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Berau pada 7 Juli lalu. Dikatakan Makmur, pelaksanaan Pilkada Berau banyak mendapatkan sorotan positf, dan diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.
“Ini yang selalu menjaga kebanggaan saya dari dulu. Masyarakat Berau hidup dalam kerukunan, meski ada perselisihan bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa mengganggu ketertiban masyarakat lain,” tuturnya di hadapan ratusan warga Kecamatan Teluk Bayur.
Selaku Bupati, kata Makmur, memohon dukungan dari seluruh warga agar bahu-membahu menyelaraskan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. “Terus terang kami tidak mungkin bisa melaksanakan pembangunan secara maksimal tanpa bantuan dari seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Bagi masyarakat yang memiliki saran atau ide demi memajukan Berau ini, dipersilakannya memberikan sumbangan pikirannya. “Kami akan tampung dan dibahas dalam rencana pembangunan daerah,” tuturnya.
Terpisah, Damin, tuan rumah pelaksanaan wayang kulit mengatakan, pihaknya berterima kasih atas kehadiran Bupati dalam kegiatan itu.
Mewakili warga Kampung Labanan, dia mengharapkan, Bupati Makmur tambah merakyat, amanah, religius, dan inovatif dalam membangun Berau. “Ini yang kami harapkan bagi kepala daerah Berau ini,” tuturnya.
Dalam acara wayang semalam suntuk itu warga Kampung Labanan menghadirkan Dalang Syukro Suwondo dari Blitar, yang membawakan cerita Gatot Koco Pinayungan atau ksatria yang selalu dalam lindungan. Sebelum acara itu, warga Kampung Labanan juga telah mengelar aksi kuda lumping. Dan kemarin (1/8) malam, juga digelar orkes melayu yang dibawakan oleh Bintang Senada dari Tarakan. (fir/kaltimpost.co.id/02/08/2010)




