Hari Ini, Pelantikan 6 Aparatur Desa
Mushan: Masjid Jami Assalam Perlu Biaya
SANGATTA- Penyegaran pucuk pimpinan pemerintahan desa di Kecamatan Bengalon terus digulirkan. Rencananya hari ini (Kamis, 19 Agustus) pelantikan 4 kepala desa (Kades) oleh Bupati Isran Noor. Ke empat kades yang akan dilantik adalah Kades Muara Bengalon Bidansyah, Kades Tepian Langsat Ridwan, Kades Sepaso Barat Abdul Azis, dan Kades Kraetan Jumansyah.
Kemudian pelantikan 2 pengurus Badan Permusyawarahan Desa (BPD), yakni Desa Sekerat dan Desa Tebangan Lembah. Jadi dalam kunjungan kerja Bupati Isran ke Kecamatan Bengalon dijadwalkan melantik 6 aparatur desa pada pukul 16.00 Wita di halaman Masjid Jami Assalam (dekat kantor Kecamatan Bengalon). Kegiatan ini sekaligus dikemas safari Ramadan bupati.
Camat Bengalon Mushan mengatakan, kunjungan kerja bupati beserta rombongan ke wilayah pemerintahan Kecamatan Bengalon untuk bersilaturahmi dengan warga setempat merupakan langkah positif untuk mempererat hubungan harmonis antarpemerintah kabupaten dengan warga desa.
Apalagi momentum seperti ini sangat tepat, karena di bulan suci Ramadan memang umat Islam dituntut untuk lebih memperbanyak amalan ibadah. Pelantikan enam aparatur desa, jelas Mushan, sengaja dilangsungkan di halaman Masjid Jami Assalam.
Mengapa? Supaya pemerintah kabupaten melihat langsung kondisi riil bangunan masjid tersebut yang sudah bertahun-tahun dikerjakan tapi hingga saat ini belum juga rampung. Padahal Masjid Jami Assalam Bengalon, keberadaannya sangat dinanti-nanti. Karena masjid ini adalah rumah ibadah yang ukurannya lebih besar ketimbang masjid yang lain yang sudah ada saat ini di Bengalon.
Masjid Jami Assalam adalah masjid raya di Bengalon. Letak bangunannya cukup strategis dekat poros Jalan Sangkulirang-Sangatta, dan berada di tengah-tengah pemukiman warga. Untuk menjangkau sangat mudah. Hanya saja, kata Mushan, pembangunan masjid tersebut terkendala dana sehingga pekerjaan bangunan tempat ibadah itu belum lancar.
Oleh karena itu, kedatangan bupati beserta rombongan di Bengalon bisa tergugah hatinya untuk membantu kelancaran pembangunan masjid ini.“Itulah tujuan kita. Sehingga acara dilaksanakan di halaman Masjid Jami Assalam. Biar pemerintah dan perusahaan melihat kenyataan yang ada. Mudah-mudahan mereka dapat membantu dana pembangunan rumah ibadah. Karena masjid masih perlu biaya,” harap Mushan optimistis.
Kendati Mushan, belum menyebutkan besaran dana yang diperlukan untuk membangun Masjid Jami Assalam, namun ia yakin pembangunan rumah ibadah yang dimaksud bisa segera selesai apabila semua pihak ikut peduli. Termasuk perusahaan, masyarakat dan pemerintah. Kalau ini dilakukan maka bangunan Masjid Jami Assalam tidak bakalan terbengkalai,” terangnya. (kmf2/kaltimpost.co.id/20/08/2010)




