PPU Kekurangan Pejabat Eselon II
Soal Mutasi, Bupati Bikin Kejutan
PENAJAM-Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kekurangan pejabat golongan eselon II. Yakni, 1 kepala kantor, 5 kepala dinas dan 1 kepala badan dijabat oleh pegawai dengan golongan eselon III. Kekurangan ini, disebabkan banyak pejabat yang memasuki masa pensiun. Lowongnya 7 posisi kepala ini disebabkan pejabat yang bersangkutan sudah memasuki masa pensiun.
Kini, pelaksana teknis (plt) akhirnya diserahkan ke sekretaris badan, dinas, maupun kantor. Ketujuh posisi itu, yakni Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD), Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman dan Prasarana Wilayah (PU dan Kimpraswil), Dinas Perhubungan, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dishubbudpar), Dinas Kehutanan, Perkebunan, dan Pertambangan (Dishutbuntam), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), dan Kantor Inspektorat Daerah.
“Pejabat yang kini menduduki posisi kepala di tujuh instansi Pemkab, kini dijabat sekretaris maupun dijabat asisten Pemkab. Misal Asisten 1 yang menjabat di BPMPD, Asisten II yang menjabat plt Dishubbudpar, dan Asisten III yang menduduki Plt Kantor Inspektorat Daerah,” terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Suyanto kepada Metro di ruang kerjanya, kemarin.
Agar lebih definitif, lanjutnya, maka jalan lain perlu dilakukan mutasi. “Berkas mutasi pegawai sudah dipersiapkan, hanya tinggal persoalan waktunya saja,” ujar Suyanto. Informasi yang dikumpulkan, selain mutasi juga akan ada kenaikan pangkat eselon II dan III sekitar 20 orang dan 45 orang di eselon IV. “Mutasi sudah lama diusulkan.
Tapi Pak Bupati meminta ditunda dulu sambil menunggu hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Penundaan dilakukan, karena beliau ingin melihat kinerja masing-masing instansi. Terutama masalah pengelolaan keuangan,” ujarnya. Kini instansinya sedang menunggu hasil audit BPK terhadap kinerja instansi di Pemkab PPU.
Setelah itu, gerbong mutasi mulai bergerak sekaligus usulan kenaikan pangkat ke Pemprov Kaltim. Bagi pejabat yang tidak bisa mengelola keuangan dengan baik maupun memiliki kinerja yang kurang bagus, maka dipastikan tidak akan memperoleh jabatan dalam mutasi mendatang.
Bupati H Andi Harahap kepada pers memang sudah menegaskan, mutasi sejumlah pejabat eselon tetap dilakukan, meskipun waktunya sengaja tak ditentukan. “Mutasi tetap saya lakukan, cuma sengaja saya bikin kejutan, ya menghabiskan lebaran dulu lah,” tukas Andi Harahap.(pam/metrobalikpapan.co.id/23/09/2010)




