Tahap Pertama Baru 56 Pejabat
TENGGARONG – Roda mutasi tahap pertama Bupati Kukar Rita Widyasari kemarin mulai bergerak. Sebanyak 56 pejabat dilantik dengan posisi baru. Sementara, beberapa posisi belum bergeser di antaranya kepala Dinas Pendidikan.
“Ada tiga makna mutasi ini, yakni menjadi dasar bagi saya mengukur kinerja pejabat, menilai kemampuan pejabat dan agar saya bisa mendapatkan bahan untuk menentukan posisi yang cocok bagi para pejabat,” kata Bupati Kukar Rita Widyasari, kemarin.
Beberapa posisi penting diisi yakni Asisten I Sekkab kini dijabat Syamsie Juhri, Asisten II Edi Damansyah, Asisten III Sutrisno dan Asisten IV Bahrul. Sementara Kadis Kesehatan dijabat Emmy Dasimah, Kadis Kehutanan Sukhrawardy dan Didi Ramyadi yang sebelumnya hanya menjabat Plt menjadi Kadis PU.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dijabat Irfan Prananta, Assobirin menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan. Nama Assobirin ini tiba-tiba mencuat menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Basri Hasan itu. Selanjutnya, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata dijabat Azmidi, Kepala BLH Kukar yang sebelumnya dijabat Bahteramsyah, kini dijabat Adinur. Sementara Totok Heru Subroto yang pernah menjabat sebagai sekretaris Bappeda diangkat menjadi Kepala Bappeda.
Ditanya soal sejumlah nama baru yang mengisi posisi penting, seperti Assobirin, Rita mengaku telah memilih sesuai kemampuan dan kompetensi.
“Insya Allah pilihan saya ini berdasarkan semangat prinsip the right man in the right place,” ujarnya. Pemilihan posisi Kadis Pertambangan memang menjadi sorotan, karena banyaknya persoalan izin pertambangan dan illegal mining yang ada di Kukar.
“Tentu tetap nanti ada evaluasi. Kalau memang tak mencapai target yang saya berikan, maka bisa saya mutasi lagi,” kata Rita.
Sementara, roda mutasi yang dijalankan Rita mendapat sorotan berbagai pihak. Forum Pemerhati Kinerja Pejabat Kukar meyakini roda mutasi tersebut belum memperhatikan potensi dan kompetensi pejabat.
“Contohnya di Dinas PU dan Dinas Pertambangan, kini diisi pejabat yang kami yakin bisa disetir oleh pihak tertentu. Makanya kami khawatir roda mutasi ini justru menjerumuskan Kukar,” kata Forum Pemerhati Kinerja Pejabat Kukar Candra Saputra, kemarin. (che) Sumber : www.kaltimpost.co.id, 30/09/2010
“Ada tiga makna mutasi ini, yakni menjadi dasar bagi saya mengukur kinerja pejabat, menilai kemampuan pejabat dan agar saya bisa mendapatkan bahan untuk menentukan posisi yang cocok bagi para pejabat,” kata Bupati Kukar Rita Widyasari, kemarin.
Beberapa posisi penting diisi yakni Asisten I Sekkab kini dijabat Syamsie Juhri, Asisten II Edi Damansyah, Asisten III Sutrisno dan Asisten IV Bahrul. Sementara Kadis Kesehatan dijabat Emmy Dasimah, Kadis Kehutanan Sukhrawardy dan Didi Ramyadi yang sebelumnya hanya menjabat Plt menjadi Kadis PU.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dijabat Irfan Prananta, Assobirin menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan. Nama Assobirin ini tiba-tiba mencuat menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat Basri Hasan itu. Selanjutnya, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata dijabat Azmidi, Kepala BLH Kukar yang sebelumnya dijabat Bahteramsyah, kini dijabat Adinur. Sementara Totok Heru Subroto yang pernah menjabat sebagai sekretaris Bappeda diangkat menjadi Kepala Bappeda.
Ditanya soal sejumlah nama baru yang mengisi posisi penting, seperti Assobirin, Rita mengaku telah memilih sesuai kemampuan dan kompetensi.
“Insya Allah pilihan saya ini berdasarkan semangat prinsip the right man in the right place,” ujarnya. Pemilihan posisi Kadis Pertambangan memang menjadi sorotan, karena banyaknya persoalan izin pertambangan dan illegal mining yang ada di Kukar.
“Tentu tetap nanti ada evaluasi. Kalau memang tak mencapai target yang saya berikan, maka bisa saya mutasi lagi,” kata Rita.
Sementara, roda mutasi yang dijalankan Rita mendapat sorotan berbagai pihak. Forum Pemerhati Kinerja Pejabat Kukar meyakini roda mutasi tersebut belum memperhatikan potensi dan kompetensi pejabat.
“Contohnya di Dinas PU dan Dinas Pertambangan, kini diisi pejabat yang kami yakin bisa disetir oleh pihak tertentu. Makanya kami khawatir roda mutasi ini justru menjerumuskan Kukar,” kata Forum Pemerhati Kinerja Pejabat Kukar Candra Saputra, kemarin. (che) Sumber : www.kaltimpost.co.id, 30/09/2010




