Ratusan Guru Kapuas Akan Diroling
Banjarmasinpost.co.id - Jumat, 1 Oktober 2010
BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Ratusan guru dan kepala sekolah di Kabupaten Kapuas, Kalteng akan diroling.
Selain alasan penyegaran, juga untuk meminimalisasi banyaknya guru maupun kepala sekolah `bermasalah' di tempatnya bertugas, seperti jarang masuk alasan tempat tinggal yang jauh.
"Dengan roling, diharapkan kinerja mereka lebih baik," ujar Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriat, Kamis (30/9/2010).
Menurutnya, dari lebih 3.000 guru SD dan SMP di Kapuas, 20 persen dinilai `bermasalah' karena tidak melaksanakan tugas.
Berdasarkan inventarisasi, selain alasan tempat kerja jauh, banyak yang mempunyai usaha lain, bermasalah dengan kepala sekolah, atau memang tidak memiliki komitmen.
Tindakan berupa teguran, bahkan penahanan gaji dan memrosesnya melalui pemeriksaan Inspektorat juga telah dilakukan. Tapi hasilnya, masih banyak guru yang tidak kapok.
Ternyata, mereka masih malas mengajar sehingga membuat pihak Dinas Pendidikan bingung menindaknya.
Mutasi diperkirakan dilaksanakan mulai 2011 namun masih dalam kecamatan sama. Bagi guru yang jenuh bertugas dalam satu tempat, diberikan kesempatan mengajukan permintaan pindah tugas ke sekolah lain.
"Syaratnya, sudah bertugas di sekolah itu minimal 10 tahun," timpal Suwarno.
Menurut informasi, di wilayah Kecamatan Selat, ada sekolah yang buka hanya tiga jam. Masuk sekitar pukul 08.00 pulang pukul 11.00. Padahal, siswa ke sekolah menempuh jalan becek dan jembatan yang rusak.
Suwarno Muriat, tidak memungkiri masalah itu banyak terjadi di sejumlah daerah lain. Bahkan kata dia, mental malas mengajar sebenarnya juga terjadi pada sejumlah guru yang telah menerima tunjangan sertifikasi dan notabene kesejahteraannya lebih baik dibanding honorer.
"Masalah sebenarnya bukan hanya karena gaji atau pendapatan. Tapi komitmen mengajar yang memang sudah tidak ada dan itu menjadi salah satu bahan evaluasi kami terhadap kinerja para guru," kata Suwarno.
(ami)
red: Didik Trio Marsidi Sumber: banjarmasin post
BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Ratusan guru dan kepala sekolah di Kabupaten Kapuas, Kalteng akan diroling.
Selain alasan penyegaran, juga untuk meminimalisasi banyaknya guru maupun kepala sekolah `bermasalah' di tempatnya bertugas, seperti jarang masuk alasan tempat tinggal yang jauh.
"Dengan roling, diharapkan kinerja mereka lebih baik," ujar Kabid Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kapuas Suwarno Muriat, Kamis (30/9/2010).
Menurutnya, dari lebih 3.000 guru SD dan SMP di Kapuas, 20 persen dinilai `bermasalah' karena tidak melaksanakan tugas.
Berdasarkan inventarisasi, selain alasan tempat kerja jauh, banyak yang mempunyai usaha lain, bermasalah dengan kepala sekolah, atau memang tidak memiliki komitmen.
Tindakan berupa teguran, bahkan penahanan gaji dan memrosesnya melalui pemeriksaan Inspektorat juga telah dilakukan. Tapi hasilnya, masih banyak guru yang tidak kapok.
Ternyata, mereka masih malas mengajar sehingga membuat pihak Dinas Pendidikan bingung menindaknya.
Mutasi diperkirakan dilaksanakan mulai 2011 namun masih dalam kecamatan sama. Bagi guru yang jenuh bertugas dalam satu tempat, diberikan kesempatan mengajukan permintaan pindah tugas ke sekolah lain.
"Syaratnya, sudah bertugas di sekolah itu minimal 10 tahun," timpal Suwarno.
Menurut informasi, di wilayah Kecamatan Selat, ada sekolah yang buka hanya tiga jam. Masuk sekitar pukul 08.00 pulang pukul 11.00. Padahal, siswa ke sekolah menempuh jalan becek dan jembatan yang rusak.
Suwarno Muriat, tidak memungkiri masalah itu banyak terjadi di sejumlah daerah lain. Bahkan kata dia, mental malas mengajar sebenarnya juga terjadi pada sejumlah guru yang telah menerima tunjangan sertifikasi dan notabene kesejahteraannya lebih baik dibanding honorer.
"Masalah sebenarnya bukan hanya karena gaji atau pendapatan. Tapi komitmen mengajar yang memang sudah tidak ada dan itu menjadi salah satu bahan evaluasi kami terhadap kinerja para guru," kata Suwarno.
(ami)
red: Didik Trio Marsidi Sumber: banjarmasin post




