Nama Kepala BKD Samarinda Dicatut
Janji Angkat Guru Honor Jadi PNS
SAMARINDA. Musim penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) biasanya rentan dengan aksi penipuan. Bagi yang "ngebet" ingin menjadi PNS, sebaiknya lebih berwaspada. Terutama bagi oknum-oknum yang menawarkan jasa akan meluluskan menjadi PNS.
"Jangan percaya. Itu semua bohong. Karena tidak ada satu orang pun yang punya kuasa untuk meluluskan orang lain jadi PNS. Itu murni sesuai hasil ujian yang dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia," ujar Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kota Samarinda, Suryawan Atmadja kepada Sapos kemarin.
Ia mengaku sudah mendapat banyak laporan. Kabarnya, ada oknum tertentu yang mencatut namanya untuk meminta sejumlah uang kepada para korban.
"Sementara, saya sudah dapat laporan dari 5 kepala sekolah yang menjadi korban. Katanya, mereka menerima telepon dari nomor baru yang mengatasnamakan saya dan meminta sejumlah uang dengan tujuan untuk meluluskan tenaga pengajar honorer menjadi PNS," tuturnya.
Sementara, Suryawan mengaku tak pernah melakukan hal tersebut. "Untung saja kepala sekolahnya itu pro aktif dan melaporkan ke saya. Kasihan kalau masyarakat yang tidak tahu apa-apa kemudian dengan polos mau menuruti," sambungnya.
Karena itu ia kembali menegaskan, tak ada celah sedikitpun bagi oknum tertentu, termasuk pejabat sekalipun untuk meluluskan sesorang menjadi PNS. Pasalnya, mekanismemnya cukup ketat dan mendapat pengawasan ketat dari banyak pihak.
"Jadi lulus dan tidaknya itu murni. Jangan percaya kalau diiming-imingi mau diluluskan. Apalagi kalau sampai minta sejumlah uang untuk memuluskan rencana. Itu semua bohong," tegasnya. (yes/sapos.co.id/06/10/2010)




