Mutasi Akhirnya Batal
Mengaku Kelelahan, Bupati Tak Sempat Menyusun
TENGGARONG – Mutasi yang dijadwalkan Bupati Kukar Rabu (13/10) besok, batal dilaksanakan. Rita mengaku kelelahan karena banyaknya agenda luar daerah, sehingga belum sempat menyusun daftar pejabat yang dimutasi.
“Rencananya Rabu (13/10). Tapi saya belum sempat menyusun lagi,” kata Rita yang baru datang dari Makassar.
Rita mengaku, untuk menyusun pejabat yang akan dimutasi tidaklah mudah karena perlu konsentrasi dan energi. “Ini saja badan terasa patah-patah. Ya pekan ini libur dulu mutasi,” ucap Rita.
Sebelumnya, gerbong mutasi sudah digulirkan selama dua kali. Pada mutasi pertama, 29 September lalu ada sebanyak 56 pejabat telah dimutasi Rita. Beberapa posisi penting yang diisi yakni Asisten I Sekkab kini dijabat Syamsie Juhri, Asisten II Edi Damansyah, Asisten III Sutrisno dan Asisten IV Bahrul. Sementara Kadis Kesehatan dijabat Emmy Dasimah, Kadis Kehutanan Sukhrawardy dan Didi Ramyadi yang sebelumnya hanya menjabat Plt menjadi Kadis PU.
Sementara, Kepala Dinas Pendapatan Daerah dijabat Irfan Prananta, Assobirin menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan. Selanjutnya, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata dijabat Azmidi, Kepala BLH Kukar yang sebelumnya dijabat Bahteramsyah, kini dijabat Adinur. Sementara Totok Heru Subroto yang pernah menjabat sebagai sekretaris Bappeda diangkat menjadi Kepala Bappeda.
Sedangkan pada 6 Oktober lalu, sebanyak 104 pegawai eselon III dan IV yang digeser posisinya oleh Bupati. “Mestinya untuk beberapa jabatan eselon II, saya akan lakukan pekan ini,” aku Rita.
Mengenai berapa jumlah dan posisi mana saja yang akan dimutasi, Rita belum menjabarkan. “Semuanya berdasar prinsip the right man in the right place,” tegasnya. (gs/kaltimpost.co.id/12/10/2010)




