Mutasi Murni untuk Penyegaran
Amins Bantah karena Unsur Politis
SAMARINDA. Walikota Samarinda Dr Achmad Amins MM membantah jika mutasi pejabat eselon II dan III yang dilakukannya pekan waktu lalu, dipengaruhi oleh nuansa politis. Amins memastikan perpindahan pejabat tersebut dilakukan untuk penyegaran di beberapa instansi di lingkungan Pemkot Samarinda.
"Murni mutasi. Memang mau alasan kenapa kita pindahkan pejabat. Jangan mengada-ngada," terang Amins, kepada Sapos.
Mutasi terakhir Achmad Amins selaku Walikota yang berlangsung Jumat (15/10) lalu mengundang respon dari unsur masyarkat. Kendati mutasi atau penempatan pejabat merupakan hak sepenuhnya Walikota selaku pimpinan pemerintahan daerah, namun tertap saja nama-nama pejabat yang menempati jabatan barunya mengundang reaksi.
Praktisi sosial dan pemerintahan, Sugeng Hariadi berpendapat, kendati perubahan atau pergeseran pejabat yang dilakukan Amins tidak secara sprodis, beberapa nama pejabat yang dipindah dari badan ke dinas maupun sebaliknya, patut mengundang pertanyaan besar.
Contohnya penempatan Suko Sunawar sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub). Sebagai instansi teknis, Suko dianggap kurang berpengalaman memegang jabatan tersebut. Apalagi mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja tersebut baru tiga bulan lalu dimutasi sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Menanggapi hal tersebut, Amins menyakini jika penempatan pejabat yang dilakukannya tetap berdasarkan kemampuan dan pengalaman. Menurutnya, prestasi seorang pejabat saat menduduki tempat tertentu menjadi salah satu pertimbangan utama saat akan dimutasi.
"Kalau prestasinya bagus, tentu kita promosikan. Dan itu sudah menjadi sebuah keharusan," papar Amins.
Sementara itu, nasib beberapa pejabat pemkot yang berstatus tersangka atas dugaan kasus pengadaan lahan gardu induk PLN makin diujung tanduk. Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin pribahasa ini cukup disematkan kepada pejabat Pemkot yang tergabung di tim 9 ini.
Bagaimana tidak, di saat kesemuanya harus mendekam di dalam penjara, jabatan mereka selaku kepala dinas, badan dan camat pun akhirnya dicabut. Ya, dari mutasi tersebut, Amins memastikan melantik beberapa pejabat defenifit yang diplot di sejumlah badan yang sejumlah pejabatnya masih mendekam di penjara.
Diantaranya, adalah menunjuk Hero Mardanus menggantikan Yosep Barus selaku Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Kota (Discipkatakot), Camat Samarinda Ilir dari Didi Purwito digantikan A Yani yang 5 bulan terahir menjabat sebagai Plh Camat.
Kepala Dinas Perkebunan, Kehutanan dan Pertanian, dari Syaifullah ke Marwansya. Kepala Badan Pelayanan Perizinan Satu Pintu Terpadu (BP2SPT) yang sebelumnya dijabat Abdullah justru digantikan Sopian Supriayadi. (ara/sapos.co.id/18/10/2010)




