Tugas Setiap Pegawai Harus Jelas
SANGATTA- Guna meningkatan kualitas sumber daya apartur di lingkungan Pemkab Kutim, kembali digelar Bimbingan Teknis Analisa Jabatan (Bimtek Anjab) selama tiga hari mulai Selasa (2/11) kemarin. Kegiatan ini diikuti 65 peserta dari seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) lingkup Pemkab Kutim.
Asisten Administrasi Umum Edward Azran mewakili bupati Isran Noor yang membuka acara itu mengatakan, diharapkan peserta bisa mengikuti Bimtek Anjab ini dengan baik. “Seyogyanya Bimtek untuk tenaga analis jabatan seperti ini dilaksanakan tiga bulan sekali,” kata Edward.
Bimtek ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur dalam menangani proses penyusunan uraian tugas dan jabatan di lingkungan unit organisasi masing-masing. Apabila setiap SKPD sudah memiliki tenaga teknis dalam Anjab ini, diharapkan lebih memudahkan koordinasi antara Bagian Oragnisasi Tatalaksana (Ortal) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dalam menangani kepegawaian di lingkungan SKPD masing-masing.
“Tenaga Analis Jabatan ini sangat diperlukan untk kepentingan berbagai hal. Antara lain tata kerja, prosedur kerja, dan system kerja pengurusan calon pegawai dan seleksi hingga penempatan. Kemudian pengelolaan pegawai, penilaian jabatan, perencanaan karir serta promosi,” katanya.
Bukan itu saja. Pasca pegawai, penyusunan organisasi dan unit-unitnya, pengembangan organisasi, penciutan organisasi dan sebagainya. “Sehingga di setiap SKPD diperlukan tenaga analis jabatan ini, untuk membantu bagian yang menangani kepegawaian di instansi yang bersangkutan, minimal di bawah Bagian Sekretaris Dinas yang menanganinya,” tambahnya.
Sedangkan Kabag Ortal (Organisasi Tata Laksana) Setkab Kutim yang diwakili Kasubag Anforjab Imam Sujono Lutfi mengatakan, semual pihaknya menargetkan 59 peserta. “Namun ternyata pada saat pembukaan jumlahnya bertambah menjadi 69 peserta. Kami bangga karena banyak yang berminat mengikuti Bimtek Anjab ini,” kata Imam.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan serupa yang telah dilaksanakan sebelumnya. Diharapkan peserta mampu memahami tentang tenaga analis jabatan di masing-masing SKPD yang ada.
Bimtek juga menghadirkan narasumber dari Pemprov Kaltim. Diharapkan setelah mengikuti Bimtek Anjab ini, peserta bisa membantu di instansi masing-masing dalam menganalisa jabatan dan pengisian pegawai sehingga beban kerja sesuai dengan tenaga yang ada.
“Jangan sampai ada suatu instansi yang memiliki pegawai banyak, namun tidak memiliki pekerjaan yang jelas. Tapi ada instansi yang mempunyai pegawai sedikit justru memiliki kinerja yang baik,” katanya. (kmf1/kaltimpost.co.id/04/11/2010)




