PDAM Razia Meteran Air
Mawar: Ada Oknum Pegawai Pasang Sambungan Ilegal
SANGATTA – Mulai 1 April tadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua melakukan razia meteran air. Razia itu untuk menemukan penyambungan ilegal, meteran rusak serta warga yang mendapatkan air PDAM tanpa menggunakan meteran. Razia dilakukan sampai semua sambungan terdata dengan baik.
Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Adji Mirni Mawarni mengatakan, razia ini tidak akan dihentikan sampai instalasi PDAM dari pipa distribusi ke pelanggan terdata dengan baik. “Waktunya tidak kami batasi. Pokoknya sampai seluruh sambungan terdata dan dirapikan,” kata Adji Mirni Mawarni yang akrab dipanggil Mawar.
Dalam razia yang dilakukan tim, sejumlah temuan sudah didapatkan. Misalnya saja meteran yang rusak. Karena rusak, aliran air tidak terbaca. Sehingga, berapapun air yang dikonsumsi pelanggan tidak pernah tercatat.
Temuan lain, ada juga warga yang mendapatkan air dari PDAM tetapi tidak memiliki meteran. Kemungkinan meteran itu hilang dicuri atau sengaja membuangnya. “Kami juga merazia sambungan aspal,” kata Mawar.
Sambungan aspal ini adalah sambungan yang memiliki meteran. Akan tetapi, pelanggan tidak pernah membayar ke PDAM. Pasalnya, pelanggan tersebut tidak terdata sebagai pelanggan PDAM. Pemasangan meteran pelanggan dilakukan oleh oknum PDAM. Beberapa warga yang memiliki sambungan aspal ini sudah melaporkan diri ke PDAM. Mereka heran, menggunakan air PDAM tetapi tidak pernah ada penagihan.
Terhadap oknum PDAM yang melakukan penyambungan ilegal dan jelas-jelas merugikan PDAM, sudah ada yang kami putuskan hubungan kerjanya karena melakukan pemasangan sambungan ilegal,” tandas Mawar.
Razia yang dilakukan oleh PDAM Tirta Tuah Benua adalah bagian dari usaha untuk menyehatkan PDAM. Sejak berdiri beberapa tahun lalu, bahkan sejak masih berada di bawah kendali PDAM Kutai, perusahaan ini tidak pernah untung. Perusahaan ini selalu merugi. Beberapa waktu sebelumnya, air juga mengalir seminggu sekali. Itu pun dengan kualitas yang belum bagus.
Saat ini, air sudah mengalir setiap hari. IPA Kabo, IPA Agus Salim dan IPA Pinang Dalam betul-betul dioptimalkan. Setiap hari air mengalir mencapai 150 liter per detik. Nantinya, ketika seluruh jaringan pipa serta IPA Kabo berjalan normal, produksi air mencapai 250 liter per detik dan beroperasi 24 jam.
“Kami menargetkan 2012 PDAM Tirta Tuah Benua sudah sehat dan mandiri. Itu mimpi yang akan kamu wujudkan,” pungkas Mawar. (dea/san/sapos.co.id/04/04/2011)
* RSS




