Mutasi Terkait Kinerja Tak Maksimal
Harusnya Lebih Kreatif dan Inovatif
PENAJAM-Bukan sekadar rumor, rencana gerbong mutasi sejumlah pejabat eselon SKPD-SKPD di lingkup Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) memang diakui oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) H Sutiman. Dalam wawancaranya dengan wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/4) siang kemarin, Sutiman mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan evaluasi terhadap seluruh kinerja kepala SKPD.
“Memang ada rencana, kita sudah lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepala SKPD. Nama-nama yang sudah masuk dalam draf mutasi masih terus kita godok. Finalnya yang mengambil keputusan ya tetap Pak Bupati. Tunggu saja dalam waktu tak lama,” kata Sutiman, yang baru saja merayakan hari ulang tahunnya ke-57 secara sederhana lalu.
Hanya saja, siapa saja pejabat kepala SKPD yang terkena mutasi, pria yang tak lepas dari senyum renyahnya itu sengaja tak mau membeberkan ke media. “Ya ini kan masih proses evaluasi, kita pelajari dulu kepala SKPD mana yang perlu diroling,” tukas ketua Badang Pertimbangan, Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) ini.
Dalam evaluasinya itu, Sutiman tak menampik bila rencana mutasi berkenaan erat dengan program-program kepala daerah yang tidak berjalan maksimal, bahkan efek dominonya kurang menyentuh langsung terhadap kepentingan publik.
“Evaluasi itu kita kaitkan langsung dengan program skala priortitas dan visi-misi kepala daerah. Misalnya, sektor pertanian, perdagangan, perindustrian dan pendidikan. Terus bisa nggak menjabarkan apa yang dimaksud program ekonomi kerakyatan, agrobisnis dan sebagainya.
Kalau hanya bersifat seremonial bantuan saja, nah ini yang perlu kita evaluasi karena ini terkait dengan anggaran,” papar Sutiman. Jabatan Sutiman yang diperpanjang dua tahun ini tampaknya memahami betul keinginan kepala daerah agar program dan visi-misi ekonomi kerakyatan yang dicanangkan selama lima tahun menjabat dapat dimplementasikan di level SKPD.
Sehingga tujuan untuk mensejahterakan kepentingan masyarakat bisa tercapai. “Pemerintahan kita sekarang sudah hampir jalan 3 tahun ini. Tentu saja Pak Bupati dan Pak Wakil ingin program ekonomi kerakyatan dapat berjalan. Tiga tahun ini apa saja yang sudah berhasil, terus kendalanya apa,” ujarnya.
Karena, menurut Sutiman, sebenarnya masing-masing kepala SKPD itu sudah tahu tugas, pokok dan fungsinya (tupoksi). “Sistemnya kan sudah bagus, mungkin pelaksanaannya yang tak maksimal. Masak sih kita harus selalu mengarahkan dan mengingatkan. Mestinya ya lebih kreatif, enovasi untuk melakukan terobosan-terobosan,” pungkasnya.(pam/metrobalikpapan.co.id/29/04/2011)




