Bupati Kecewa, Kinerja SKPD Stagnan
Mutasi Pejabat PPU Bergulir lagi
PENAJAM-Berkembang rumor di lingkup Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) akan dilakukan mutasi sejumlah pejabat eselon struktural. Meski ini baru sekadar rumor, namun Bupati H Andi Harahap sendiri tampaknya mengisyaratkan adanya sinyal mutasi, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja.
Kepala BKD Suyanto selaku sekretaris Baperjakat ditanya rumor itu, terkesan tidak mau menjawab. “Nggak tahu ya, kok kami belum dengar, rekan-rekan wartawan malah dengar duluan,” kilah Suyanto saat bertemu beberapa wartawan di Kantor Bupati, Rabu (27/4).
Bupati Andi Harahap sebelumnya saat memimpin acara Coffee Morning yang khusus dihadiri seluruh jajaran kepala SKPD pekan lalu memberi kesempatan kepada masing-masing kepala SKPD untuk menyampaikan hasil kinerjanya selama triwulan pertama tahun ini.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten PPU setelah mendengarkan ulasan program kerja mereka terlihat tidak begitu puas dan kecewa. Bahkan sebaliknya, ia mengkritik kinerja beberapa kepala SKPD yang dinilai cenderung stagnan.
Soal koperasi misalnya, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) yang berkompenten dalam pembinaan koperasi dikatakan tidak berjalan. “Mana koperasi buktinya tidak jalan,” sindir Andi.
Tak hanya itu, Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DPK3) juga tak luput kritikan Bupati. “Itu bukan program kerja namanya, yang saya minta apa saja yang sudah dilaksanakan selama ini.
Berhasil apa tidak, terus kendalanya apa saja di lapangan,” ujar Andi.
Pun, camat Sepaku disinggung oleh pria yang dikenal tegas ini. Yaitu, soal program kebersihan yang menurut bupati, di Kecamatan Sepaku terkesan kurang memperhatikan kebersihan.
Beda dengan Kecamatan Penajam, yang punya inovasi terhadap kebersihan. “Lihat camat Penajam, programnya jalan,” puji Andi Harahap yang mendapat aplaus.
Bupati juga sangat menyayangkan masih banyak terjadi kesalahan administrasi yang dilakukan oleh beberapa SKPD, di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes). “Saya sudah sering kali minta benahi masalah administrasi. Kalau administrasi saudara-saudara benar, tak mungkin sampai urusan dengan aparat penegak hukum. Saya nanti yang bela kalau administrasinya benar, tapi kalau salah ya silahkan berurusan dengan hukum,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menegaskan, siapa saja tak peduli keluarganya akan dilakukan mutasi bila terbukti kinerjanya tidak berjalan. “Saya tak pandang bulu meskipun itu keluarga saya akan mutasi kalau tak bagus kerjanya,” tandasnya.
Mutasi sejumlah pejabat struktural eselon sekira Juni 2010 lalu sudah dilakukan, kini mutasi jilid berikutnya yang sebagian kepala-kepala SKPD-nya masih status pelaksana tugas (Plt) serta beberapa lagi eselon IV menunggu giliran naik pangkat. (pam/sapos.co.id/29/04/2011)




