Isran: KPE Adalah Program Nasional
SANGATTA - Bupati Kutai Timur H Isran Noor dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Edward Azran mengatakan, terdapat tiga poin penting yang menjadi perhatian terkait penerapan Kartu Pegawai Elektrokik (KPE). Tiga poin dimaksud yakni perubahan NIP, implementasi KPE dan pemanfaatan SAPK.
Semua itu menurut Isran, merupakan upaya pemerintah pusat dalam melaksanakan reformasi birokrasi kepegawaian dengan maksud untuk mewujudkan kemudahan dan transparansi adminstrasi kepada PNS, melalui program yang terencana dan terintegrasi secara nasional.
“Implementasi Kartu PNS Elektronik ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan, mengingat kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional dan diberlakukan kepada PNS di seluruh Indonesia. Kita sebagai PNS yang berada didaerah sudah selayaknya turut serta menyukseskan ketetapan pemerintah pusat, jangan sampai lalai dalam melaksanakannya apalagi tidak dilaksanakan,” katanya pada acara yang berlangsung di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Selasa (31/5) kemarin.
Selanjutnya Isran kembali mengingatkan agar seluruh pegawai agar selalu taat dan mengedepankan apa yang telah menjadi kebijakan nasional serta dapat melaksanakannya dengan pebuh tanggung jawab. Dia juga berharap pemanfaatan KPE akan memberikan kemudahan bagi penerima pensiunan dan keluarga PNS lingkup Pemkab Kutim yang selanjutnya KPE dapat memberikan arti lebih bagi PNS.
“Bagi Bank Kaltim yang telah ditunjuk sebagai rekanan program KPE hendaknya senantiasa dapat memberikan kemudahan-kemudahan dan prioritas kepada PNS lingkup Pemkab Kutim terkait urusan perbankan,” ujarnya
Sebelum membuka acara tersebut, Asisten Administrasi Edward Azran diluar sambutan bupati menambahkan melalui acara pra-launching KPE Kutim ini hendaknya semua pihak dapat memahami dan meningkatkan fungsi produksi kepegawaian untuk peningkatan pelayanan prima.
Pertama, SDM mulai dari staf hingga pimpinan dapat mengembangkan potensi untuk memberikan pelayanan terbaik. Kedua, memaksimalkan factor peralatan dan kegunaan teknologi yang menyebabkan orang selalu ingin untuk dilayani dengan cepat sehingga tercipta pelayanan terbaik. Ketiga, manajemen (teknologi dan administrasi) perlu dilakukan sebagai kontrol pelayanan, yang harus lebih baik dan terus dilalukan upaya perbaikan. Terutama manajemen dan sistemnya.
“Fungsi turunannya juga perlu diperhatikan, antara lain koodinasi, tanggung jawab dan fungsi manusianya dalam menjalankan managemen tersebut,” ujarnya.
Sebagai contoh menurut Edward, komputer dijadikan sebagai mesin ketik modern dengan memaksimalkan program untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan menjadi lebih baik. (kmf4/san/kaltimpost.co.id/01/06/2011)




