Mempertahankan Sekkot Tersangkut Kasus Korupsi
Tuah: Pemkot Kurang Berwibawa
SAMARINDA – Pemerintahan Kota Samarinda yang kini dipimpin Syaharie Jaang, dinilai masih meniru pola kepemimpinan lama. Meski wali kota baru yang dilantik November 2010, tapi kebijakannya mirip wali kota sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Pokja 30 Carolus Tuah. Indikator itu, kata dia, bisa diamati dari posisi Fadly Illa sebagai sekretaris kota (Sekkot), yang masa perpanjangannya dilakukan dua kali pada periode wali kota Achmad Amins.
Bahkan menurut Tuah, kepemimpinan Jaang disinyalir masih satu paket dengan periode sebelumnya. Pendapat Tuah ini lantaran tindakan pemkot kini masih menerapkan kebijakan-kebijakan sebelumnya, semisal mempertahankan posisi Fadly yang sudah pensiun dan tersangkut kasus dugaan korupsi proyek KTM (Kaveling Tanah Matang) Perumahan Korpri Samarinda. Padahal kondisi itu, lanjut dia, menjadikan pemkot kurang berwibawa karena status orang nomor satu di birokrasi dipimpin seorang tersangka. “Masa PNS di Samarinda dipimpin oleh seorang tersangka,” ujar Tuah.
Menurut Tuah, jika pemkot masih mempertahankan Fadly sebagai sekkot, sama saja pemkot mempermalukan seluruh PNS yang ada di Samarinda. Sebab PNS seharusnya tidak pantas dipimpin oleh seorang tersangka kasus korupsi. “Andai saja Jaang bertindak tegas untuk tidak mempertahankan Fadly jauh hari sebelumnya, pasti tidak disoal seperti ini,” lanjutnya.
Lantas siapa calon sekkot yang tepat untuk menggantikan Fadly saat ini, Tuah mengatakan diperlukan semacam seleksi untuk meregulasikan posisi sekkot agar tidak terkesan asal-asalan. “Saat ini Samarinda tidak butuh sekkot yang pintar. Lebih baik yang bersih dan mau membuka dirinya kepada khalayak,” beber Tuah.
Sebelumnya, Wali Kota Syaharie Jaang membantah desas desus yang menyebutkan posisi sekkot yang kini dijabat Fadly adalah titipan wali kota sebelumnya. “Itu tidak benar. Saya tak pernah merasa dititipi apa-apa dari beliau (Achmad Amins, Red.),” ujar Jaang usai menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Pancasila di Hotel Bumi Senyiur, belum lama ini.
Posisi sekkot yang kini dijabat Fadly Illa akhir-akhir ini disoroti berbagai kalangan, termasuk anggota DPRD dan pengamat. Kebanyakan mereka meminta Fadly diganti karena selain sudah pensiun, juga tersangkut kasus dugaan korupsi Kaveling Tanah Matang (KTM) Perum Korpri Samarinda. Kini status Fadly telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri Samarinda. (*/qi/ibr/kaltimpost.co.id/11/07/2011)




