Minim Sarana dan SDM
SETELAH bersilaturahmi dengan guru, petani, tokoh agama, adat, dan masyarakat pada pekan lalu, pada Senin (8/8) kemarin Bupati Yansen TP dan Wakil Bupati (Wabup) Topan Amrullah melakukan silaturahmi dengan para tenaga kesehatan. Silaturahmi dilakukan di ruang Tebengang Kantor Bupati Malinau.
Ada dua agenda dalam kegiatan tersebut, yaitu penyampaian rencana dan strategi (Renstra) Dinas Kesehatan serta Grand Desain Kesehatan 2011-2016 serta penjelasan Bupati Yansen TP tentang konsep Gerakan Desa Membangun (Gerdema) dalam kaitannya dengan bidang kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Victor I Wairisal menjelaskan, dalam 10 tahun terakhir ini telah diperoleh pencapaian-pencapaian dibidang kesehatan, dari yang bersifat fisik maupun nonfisik. Dalam bidang fisik pendukung kesehatan, jelas Victor, Malinau saat ini telah memiliki 2 RS (RSUD dan perbatasan), 6 Puskesmas Rawat Inap di perbatasan, 33 Puskesmas Pembantu (Pustu) dan sejumlah sarana lainnya.
Sarana tersebut ditunjang juga oleh keberadaan SDM yang dari tahun ke tahun terus meningkat. Malinau saat ini telah memiliki 5 dokter spesialis, 20 dokter umum, 293 perawat, dan 93 bidan serta sejumlah tenaga medis lainnya baik yang umum maupun spesialis.
Hanya keberadaan tenaga kesehatan hingga saat ini masih banyak terpusat di wilayah perkotaan. Sedangkan di sejumlah daerah tertentu, di pedalaman dan perbatasan masih kurang. Demikian juga dengan fasilitas dan penunjang kesehatan yang mengalami kondisi serupa dengan keberadaan SDM.
Hal inilah, dinilai Victor, antara lain yang menyebabkan kualitas kesehatan masyarakat di Malinau masih kurang. Yang akan dilakukan oleh pihaknya selama 5 tahun ke depan, ialah beruapaya maksimal meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Peningkatan kualitas kesehatan tersebut, jelasnya, akan diperjuangkan melalui berbagai program. Di bidang infrastruktur misalnya, yaitu penambahan unit/tempat layanan kesehatan di desa-desa. Saat ini, dari 108 desa baru 60 desa yang sudah memiliki Pustu.
Kemudian, imbuhnya, pendistribusian tenaga kesehatan yang dari tahun ke tahun telah direkrut pemerintah melalui program beasiswa sekolah/pendidikan, serta sejumlah upaya lainnya. “Sesuai dengan visi daerah, kita akan melakukan perubahan sebab perubahan itu harus. Kalau tidak maka kita akan mati,” sebut Victor.(ida/zom/kaltimpost.co.id/09/08/2011)




