Wabup Minta Petinggi Bekerja Maksimal
SENDAWAR - Empat petinggi di wilayah Kecamatan Muara Pahu dilantik bersamaan oleh Wakil Bupati (Wabup) Kubar Didik Effendi Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Raden Baroh Kecamatan Muara Pahu, Senin (26/9) kemarin.
Ke-4 petinggi itu yakni Petinggi Mendung Yusak Aw, Petinggi Gunung Bayan Garim, Penjabat (Pj) Petinggi Teluk Tempudau Suryanto dan Pj Petinggi Tepian Ulaq Syahirin.
Wabup Kubar H Didik Effendi mengatakan, petinggi sekarang dipilih langsung oleh masyarakat, berarti para petinggi adalah yang terbaik di kampungnya. “Karena bapak dipilih dan terbaik, maka bekerjalah dengan sebaik-baiknya. Karena tumpuan dari masyarakat adalah di pundak kita,” jelas Wabup.
Dia berharap, dengan dilantiknya petinggi yang juga perpanjangan tangan pemkab dapat mengimplementasikan berbagai kebijakan pembangunanan Kubar tingkat kampung. Sehingga masyarakat di kampung masing-masing dapat semakin diberdayakan untuk mampu menjadi subyek dan pelaku pembangunan di daerahnya.
Petinggi juga diminta dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat suatu kampung, tentu saja dengan kualitas sumber daya manusia (SDM), ekonomi kerakyatan, dan respon positif terhadap berbagai program pembangunan. Merupakan hal yang mutlak harus terpenuhi. Karena hal-hal ini lah yang dapat menjadikan masyarakat kampung kita semakin produktif, baik secara sosial maupun secara ekonomi.
Wabup menambahkan, namanya jabatan adalah titipan oleh Tuhan artinya sesuatu adalah amanah. Misalkan hari ini kita menjabat, seperti saya sekarang suatu saat tidak mungkin menjabat sebagai Wabup Kubar. Hal sama juga menjadi petinggi, camat, kapolsek, danramil semua sama, suatu saat akan kita tinggalkan.
“Jadi saya tekankan bekerjalah sebaik-baiknya dimana pun anda berada. Jangan lupa di barengi dengan keikhlasan dan bermanfaat baik orang lain, serta niat untuk masyarakat,” ungkap Wabup.
Dia juga mengingatkan, jangan terpancing dengan isu-isu yang tak bertanggung jawab yang bisa memecah-belah. Hadir Camat Muara Pahu Nanang Adriani, dan unsur muspika, agama, adat, dan masyarakat. (hms6/rud/ss/kaltimpost.co.id/27/09/2011)




