150 Pegawai Dapat Jabatan Baru, Masih Ada Mutasi Susulan
Bupati Beri Deadline 100 Hari
PENAJAM - Gerbong mutasi di lingkungan Pemkab Penajam Paser Utara bergerak lagi. Kali ini jumlah “penumpang” yang diangkut lumayan jumbo. Ada 150 pegawai, mulai eselon IV hingga II. Pelantikan dilakukan Selasa (11/10) kemarin, di gedung paripurna DPRD.
Dalam daftar mutasi, terdapat 10 pejabat eselon II, 40 pejabat eselon III, dan sisanya pejabat eselon IV, termasuk di dalamnya sejumlah lurah dan sekretaris camat. Khusus eselon II, sebagian merupakan pejabat yang sebelumnya masih berpredikat pelaksana kini telah menjadi definitif.
“Semua sudah sudah melalui berbagai pertimbangan, baik jenjang kepangkatan maupun kinerja. Mereka diharapkan bisa membantu program-program yang dicanangkan Bupati,” terang mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah yang kini menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah Suyanto.
Jika dilihat dari komposisi yang pindah jabatan, tampaknya bakal ada mutasi lanjutan. Pasalnya masih tersisa beberapa pejabat, khususnya eselon II yang belum masuk gerbong dengan status pelaksana tugas. Seperti Plt Kepala Dinas Kesehatan Andi Ariani dan Plt Kepala Dinas Pertambangan Jono. Bahkan bukan tak mungkin Sekretaris BKD dan Plt Sekretaris DPRD yang masuk gerbong mutasi kali ini, ikut dilantik pada mutasi berikutnya menjadi pejabat definitif.
Oleh Suyanto kemungkinan tak disangkal. Menurutnya, mutasi lanjutan bisa terjadi Desember mendatang. Karena dalam waktu dekat akan ada penambahan instansi baru, seperti Dinas Pertamanan dan Kebersihan, Kantor Arsip Daerah, Kantor Pariwisata dan Kebudayaan (pecahan dari Dinas Perhubungan), kantor Perikanan dan Kelautan (pecahan dari dinas Pertanian).
“Rancangan perda-nya sudah diserahkan kepada DPRD, tinggal menunggu pengesahan menjadi perda,” jelas Suyanto.
Sementara, Bupati Andi Harahap Bupati dalam sambutannya memberi deadline 100 hari kepada para pejabat yang baru dimutasi untuk menunjukan kinerja terbaiknya. Jika dalam rentang waktu itu dianggap tak mampu bekerja maksimal, maka siap-siap untuk dicopot dari posisinya. “Ingat itu. Jadi jangan sia-siakan kepercayaan yang saya berikan,” katanya.
Dia juga menegaskan, mutasi kali ini tak ada muatan politis sama sekali, apalagi dikait-kaitkan dengan suksesi Bupati yang digelar 2013 mendatang. Semua diputuskan atas pertimbangan kinerja masing-masing pegawai. “Kalau saya anggap mampu, pasti dapat promosi. Tapi kalau malas-malasan, saya tinggal,” katanya. (ind/lhl/kaltimpost.co.id/12/10/2011)




