Ada Mutasi Pejabat Lagi
Sekkot: Gunakan Pendekatan Kinerja
BONTANG - Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemkot Bontang saat ini kembali tengah menggodok pejabat yang akan menduduki jabatan di eselon IV. Bahkan jika tidak ada arang melintang, mutasi jabatan akan berlangsung paling lambat minggu ke-2 November 2011 mendatang.
Ihwal rencana pelaksanaan mutasi jabatan ini disampaikan Sekkot Bontang H Asmjudin Hamzah yang juga selaku ketua Baperjakat pada saat memimpin rapat Radalog yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Wali Kota Bontang di Bontang Lestari, Senin (24/10) pagi.
“Tidak hanya untuk eselon IV saja, kemungkinan beberapa orang pejabat eselon II dan III juga akan dilantik terutama pejabat yang dianggap tidak tepat pada posisinya setelah dilakukan evaluasi,” terang H Asmudin.
Yang menarik, pada pelaksanaan mutasi mendatang karena diantaranya diprediksi ada beberapa orang pejabat yang menduduki jabatan eselon III bahkan II yang juga akan dilantik. Hal tersebut kata Sekkot H Asmudin sengaja dilakukan untuk memperkuat tim atau memperkuat kinerja aparat di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah Kota Taman.
“Setelah kita melaksanakan evaluasi terutama kepada pejabat eselon II dan III, ada diantara mereka yang tidak konek. Nah, pejabat ini lah yang kemudian kita evaluasi kembali untuk menentukan tempat yang tepat sehingga harapan kita untuk menjadikan pemerintahan yang kuat dilingkungan Pemkot Bontang terlaksana dengan baik,” kata Asmudin.
Selain para pejabat, mutasi atau pergeseran tempat kerja lanjut Asmudin juga akan dilaksanakan kepada staf Pemkot Bontang. Mulai staf yang selama ini bekerja di sekretariat Kantor Wali Kota Bontang sampai kepada staf yang selama ini bekerja di kelurahan. “Kita ingin lakukan penyegaran. Banyak staf yang telah bekerja selama 3-4 tahun lebih sehingga terlihat ada kejenuhan. Jadi sekali lagi yang ingin saya sampaikan bahwa mutasi yang kita lakukan murni bertujuan untuk menguatkan SKPD sehingga semboyan pelayanan prima kepada masyarakat benar-benar terlaksana. Pendekatan yang kita gunakan adalah pendekatan kinerja, bukan karena kedekatan,” pungkasnya. (hms1/zom/kaltimpost.co.id/25/10/2011)




