Ada Masalah, Guru di Nunukan Diminta Langsung Lapor Bupati
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Bupati Nunukan Basri meminta para guru langsung bertemu dengannya jika ada masalah yang hendak disampaikan.
Ia mengatakan, perlu memangkas birokrasi sehingga persoalan yang ingin disampaikan terkait dengan kebijakan pemerintah daerah, benar-benar dapat sampai kepadanya.
"Mulai sekarang, guru-guru, kapan saja ketemu dengan saya. Ini tidak beres laporkan saja. Sekarang era keterbukaan, birokrasi dipangkas," kata Basri.
Pernyataan Bupati ini merespon pertanyaan Rini, salah seorang guru SMK 1 Nunukan terkait kebutuhan lahan untuk praktik siswa Jurusan Pertanian.
"Setelah ini ibu langsung koordinasi dengan Dinas Pertanian," ujar Basri.
Rini pada pertemuan dengan Bupati di SMK 1 Nunukan, Senin (30/1/2012) hari ini menyatakan, selama ini pihaknya kekurangan lahan untuk praktik lapangan. "Kami hanya menerima apa adanya dan kami membagi lahan yang tersedia sejumlah siswa yang ada. Kami berusaha, tentu sudah kami melaporkan melalui birokrasi melalui aturan yang ada tapi belum ada realisasinya," kata Rini.
Basri pada pertemuan itu meminta komitmen para guru, apakah SMK perlu dipertahankan atau tidak? Ia menyadari pentingnya peran guru untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan mutu pendidikan di sekolah itu.
Bahkan ia mempersilakan para guru mengambil tindakan tegas terhadap anak-anak yang memang tidak berniat untuk belajar. "Kalau mau menghasilkan yang bagus harus keras. Kalau ada yang orang tuanya marah, berhentikan anaknya. Di sini bukan penitipan preman, di sini tempat mendidik orang yang menjadi baik. SMK 1 yang sudah RSBI ini kebanggaan Nunukan," ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan untuk pengembangan SMK terutama Jurusan Pertanian, Jurusan Perikanan dan Jurusan Multimedia, Bupati mengajak pihak sekolah untuk secara khusus membedah persoalan di SMK.
"Nanti dua atau tiga minggu akan datang kita adakan pertemuan. Kita akan bedah masalah SMK di kantor saya," ujarnya.(tribunnews.com/30/01/2012)




