Dokter dan Perawat Mangkir
Dua Bulan Puskesmas Long Berang Kosong
MALINAU - Minimnya tanggung jawabsejumlah oknum pegawai terhadap tugas dan kewajibannya masih menjadi masalah yang sering sekali terjadi di daerah-daerah terpencil atau pedalaman. Misalnya, Kecamatan Mentarang Hulu. Dalam dua bulan terakhir, sebagaimana diterangkan Plt Camat Mentarang Hulu, Normanus Yusak SPd, para petugas yang bekerja di Puskesmas Long Berang mangkir kerja, yaitu sejak libur Natal lalu.
Akibatnya, satu-satunya Puskesmas di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Krayan Kabupaten Nunukan tersebut hingga kini kosong. “Para petugas kesehatan yang ada, yaitu ada dua orang dokter dan tiga perawat, semuanya tidak ada di tempat,” terang Normanus saat ditemui di ruangan Bagian Humas dan Protokol Setkab Malinau kemarin.
Normanus Yusak menyesalkan mangkirnya para pegawai yang dikontrak pemerintah untuk mengelola Puskesmas Long Berang yang diresmikan akhir tahun lalu tersebut. Sebab, secara otomatis pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tidak berjalan. Sementara tak sedikit masyarakat membutuhkan penanganan para petugas kesehatan. “Kami masih menunggu mereka masuk,” terang Normanus.
Normanus juga meminta Kepala Dinas Kesehatan yang berwenang mengambil tindakan disiplin terhadap masalah ini. Pasalnya, saat ini juga sedang gencar-gencarnya melakukan peningkatan disiplin dan integritas kerja di kalangan pegawai pemerintah kecamatan dan desa.
Hal serupa juga diminta Normanus terhadap Kepala Dinas Pendidikan. Dalam beberapa bulan terakhir, kata dia, kepala SD Long Berang dan guru SD Long Semamu belum juga masuk sekolah seperti biasa. “Saya tidak tahu apa alasan mereka masih bolos kerja,” ujarnya.
Yang lebih parah lagi, terang Normanus, di SD Semamu. Sudah hampir setahun di sekolah tersebut tidak ada aktivitas belajar mengajar lantaran tidak tersedianya guru. Guru kontrak yang ada pun tidak pernah masuk. “Makanya saya berharap Kepala Dinas Pendidikan memberi perhatian pada mereka,” tegasnya.
Adanya kepedulian dari pimpinan SKPD terkait tersebut, sambung Normanus, dimaksudkan agar terjadi kebersamaan dalam membangun iklim disiplin yang sedang ditegakkan Kecamatan Mentarang Hulu. Di tingkat kecamatan, komitmen disiplin kerja sudah dicanangkan. Demikian juga di tiap desa dengan pengawasan melibatkan masyarakat dan lembaga desa. Harapannya di instansi lainnya pun termasuk di Puskesmas dan sekolah pun memiliki komitmen yang sama. (ida)(kaltimpost.co.id 18/01/10)
MALINAU - Minimnya tanggung jawabsejumlah oknum pegawai terhadap tugas dan kewajibannya masih menjadi masalah yang sering sekali terjadi di daerah-daerah terpencil atau pedalaman. Misalnya, Kecamatan Mentarang Hulu. Dalam dua bulan terakhir, sebagaimana diterangkan Plt Camat Mentarang Hulu, Normanus Yusak SPd, para petugas yang bekerja di Puskesmas Long Berang mangkir kerja, yaitu sejak libur Natal lalu.
Akibatnya, satu-satunya Puskesmas di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Krayan Kabupaten Nunukan tersebut hingga kini kosong. “Para petugas kesehatan yang ada, yaitu ada dua orang dokter dan tiga perawat, semuanya tidak ada di tempat,” terang Normanus saat ditemui di ruangan Bagian Humas dan Protokol Setkab Malinau kemarin.
Normanus Yusak menyesalkan mangkirnya para pegawai yang dikontrak pemerintah untuk mengelola Puskesmas Long Berang yang diresmikan akhir tahun lalu tersebut. Sebab, secara otomatis pelayanan kesehatan terhadap masyarakat tidak berjalan. Sementara tak sedikit masyarakat membutuhkan penanganan para petugas kesehatan. “Kami masih menunggu mereka masuk,” terang Normanus.
Normanus juga meminta Kepala Dinas Kesehatan yang berwenang mengambil tindakan disiplin terhadap masalah ini. Pasalnya, saat ini juga sedang gencar-gencarnya melakukan peningkatan disiplin dan integritas kerja di kalangan pegawai pemerintah kecamatan dan desa.
Hal serupa juga diminta Normanus terhadap Kepala Dinas Pendidikan. Dalam beberapa bulan terakhir, kata dia, kepala SD Long Berang dan guru SD Long Semamu belum juga masuk sekolah seperti biasa. “Saya tidak tahu apa alasan mereka masih bolos kerja,” ujarnya.
Yang lebih parah lagi, terang Normanus, di SD Semamu. Sudah hampir setahun di sekolah tersebut tidak ada aktivitas belajar mengajar lantaran tidak tersedianya guru. Guru kontrak yang ada pun tidak pernah masuk. “Makanya saya berharap Kepala Dinas Pendidikan memberi perhatian pada mereka,” tegasnya.
Adanya kepedulian dari pimpinan SKPD terkait tersebut, sambung Normanus, dimaksudkan agar terjadi kebersamaan dalam membangun iklim disiplin yang sedang ditegakkan Kecamatan Mentarang Hulu. Di tingkat kecamatan, komitmen disiplin kerja sudah dicanangkan. Demikian juga di tiap desa dengan pengawasan melibatkan masyarakat dan lembaga desa. Harapannya di instansi lainnya pun termasuk di Puskesmas dan sekolah pun memiliki komitmen yang sama. (ida)(kaltimpost.co.id 18/01/10)




