Tak Ada Hubungannya dengan 2011
GESER POSISI: Imdaad Hamid menandatangani berita acara pelantikan 11 pejabat. Pajabat baru ini selama enam bukan ke depan akan dievaluasi. (gusti ambri/kp)
BALIKPAPAN - Mutasi di lingkungan Pemkot Balikpapan akhirnya bergulir. Kemarin (18/1), 11 posisi di eselon IIb bergeser. Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid menegaskan, mutasi adalah hal yang wajar. Tak ada korelasinya dengan permasalahan politik. “Nggak ada hubungannya dengan 2011 (pemilihan kepala daerah Balikpapan). Lagi pula saya juga tidak akan menjabat lagi kan, ini murni pertimbangan profesional. Tidak ada titip-titipan,” kata wali kota, lantas tertawa kecil.
BALIKPAPAN - Mutasi di lingkungan Pemkot Balikpapan akhirnya bergulir. Kemarin (18/1), 11 posisi di eselon IIb bergeser. Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid menegaskan, mutasi adalah hal yang wajar. Tak ada korelasinya dengan permasalahan politik. “Nggak ada hubungannya dengan 2011 (pemilihan kepala daerah Balikpapan). Lagi pula saya juga tidak akan menjabat lagi kan, ini murni pertimbangan profesional. Tidak ada titip-titipan,” kata wali kota, lantas tertawa kecil.
11 Pejabat Bergeser
Sebanyak 11 pejabat yang bergeser di antaranya, Kepala Dinas Pasar Hairani digantikan Amin Latief, sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kelautan. Sedangkan Hairani mengisi pos Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan. Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) dari Fauzi beralih ke Oemy Faccesly, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Fauzi sendiri akan menduduki Asisten III. Menariknya, dalam mutasi kali ini ada tiga pejabat yang naik eselon. Yakni, Soewito, Muhammad Noor, dan Tatang Sudirja. (lihat boks).
Wali Kota menegaskan, setelah mutasi kali ini, pihaknya akan melakukan evaluasi selama enam bulan terhadap pejabat-pejabat yang menduduki posisi baru tersebut. Jika dalam masa evaluasi, ternyata ada pejabat yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan pada instansi yang dipimpin, maka pihaknya kembali akan melakukan pergantian.
Dalam mutasi yang digelar di Auditorium Kantor Wali Kota itu juga dilakukan penandatangan fakta integritas kepada 11 pejabat. Dengan adanya penandatangan fakta tersebut, diharapkan para pejabat bisa menciptakan tata pemerintahan yang baik. “Saya ini tinggal 1,5 tahun lagi menjadi wali kota. Diharapkan nanti motto melayani bukan dilayani oleh para pejabat bisa tetap dijaga,” katanya, saat memberikan sambutan.
Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Balikpapan Hendro Nugroho berharap, pada mutasi ini pemkot benar-benar melakukan evaluasi. “Kalau memang ada pejabat yang ternyata tidak pas ya langsung diganti saja,” tuturnya, memberi msukan. (kaltimpost.co.id/far 19/01/10)




