Mutasi Pejabat Dinilai Subjektif
Jelang Pensiun Malah Diberi Posisi strategis
KINERJA DINANTIKAN: Proses pelantikan para pejabat eselon II pada mutasi Senin (18/1) lalu. Mereka kini telah menduduki jabatan yang baru.
BALIKPAPAN – Sorotan miring selalu saja muncul pascamutasi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Balikpapan. Termasuk pula mutasi pejabat eselon II yang berlangsung, Senin (18/1) lalu. Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dinilai tidak mengedepankan misi perubahan ke hal yang lebih baik.
KINERJA DINANTIKAN: Proses pelantikan para pejabat eselon II pada mutasi Senin (18/1) lalu. Mereka kini telah menduduki jabatan yang baru.
BALIKPAPAN – Sorotan miring selalu saja muncul pascamutasi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Balikpapan. Termasuk pula mutasi pejabat eselon II yang berlangsung, Senin (18/1) lalu. Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) dinilai tidak mengedepankan misi perubahan ke hal yang lebih baik.
Sebagai contoh, mutasi Kabag Perlengkapan Soewito ke jabatan baru sebagai Asisten I Sekkot yang dinilai sangat subjektif. “Tiga bulan lagi kan Pak Soewito pensiun. Tapi kok malah dijadikan Asisten I. Logikanya, apa yang bisa dilakukan pejabat yang menduduki posisi baru dalam waktu tiga bulan,” sebut sumber di lingkungan pemkot yang enggan namanya dikorankan.
Selain itu, sumber menyebutkan nama Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Ilhamsyah yang dimutasi menjadi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). Sama halnya dengan Soewito, Ilhamsyah disebutkan juga akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.
“Dua-duanya jabatan strategis. Tapi pertimbangannya diisi oleh orang yang akan pensiun. Apa maksudnya ini? Kalau mau beri penghargaan, berilah dalam bentuk yang lain. Kalau jabatan, pikir dahulu. Ini kan menyangkut pelayanan ke masyarakat,” tegas sumber yang berstatus pejabat di pemkot tersebut.
Dikonfirmasi, Ketua Tim Baperjakat Heru Bambang mengatakan, keputusan tim sudah mempertimbangkan berbagai hal sebelum menentukan pejabat posisi pejabat. Dikatakan, Soewito adalah pegawai senior dan dinilai sangat pantas untuk menduduki jabatan Asisten I. Pemikiran dan tenaganya, sebut Heru, sangat dibutuhkan untuk menggenjot penilaian Adipura dalam waktu dekat ini.
Sedangkan Ilhamsyah, sambung Heru, dianggap sebagai pejabat senior yang cukup tegas. Sementara di lain sisi, Disperindagkop disebut sebagai instansi yang kinerjanya kini dalam perhatian para pimpinan pemkot. “Mudah-mudahan, orang tegas dan saklek macam Pak Ilhamsyah bisa membuat perubahan di Disperindagkop. Jadi, apa salahnya Pak Soewito dan Pak Ilham kita beri kesempatan untuk berbuat yang terbaik di akhir pengabdiannya,” harap Heru. (lhl/dok.gusti ambri/kaltimpost.co.id 21/01/10)




