Tak Ada Kepsek Rangkap Pengawas
Disdik Bantah Tudingan Dewan
SAMARINDA. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda langsung memberikan reaksi keras. Itu terkait tudingan, bahwa masih banyak Kepala Sekolah (Kepsek) di kota ini yang merangkap jabatan sebagai Pengawas Sekolah.
SAMARINDA. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda langsung memberikan reaksi keras. Itu terkait tudingan, bahwa masih banyak Kepala Sekolah (Kepsek) di kota ini yang merangkap jabatan sebagai Pengawas Sekolah.
Sekretaris Disdik Kota Samarinda Rustam, kepada Sapos siang kemarin membantah keras tudingan tersebut. Pasalnya, tak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Pihaknya juga tidak mungkin mencampur adukkan dua tugas yang berbeda fungsi tersebut.
"Tidak mungkin kita lakukan hal semacam itu. Pengawas tugasnya mengawasi sekolah. Masa dia awasi dirinya sendiri. Itu memang dua tugas yang berbeda pula," sebutnya.
Yang ada saat ini, kata Rustam, ada beberapa Kepsek yang habis masa jabatannya, dan diangkat menjadi Pengawas sekolah. Kata dia, memang biasanya pengawas sekolah diangkat dari mantan kepsek yang dianggap mampu. Namun karena menunggu penunjukkan Kepsek yang baru, maka ditunjuk Pengawas sekolah tersebut sebagai Pelaksana harian (Plh) Kepsek di sekolah yang belum ada jabatan kepseknya itu.
"Jadi jabatannya hanya Plh, biar tetap berjalan aktivitas kepemimpinan di sekolah itu," tegasnya.
Selain itu, penujukkan Pengawas sekolah sebagai Plh Kepsek tersebut dimaksudkan untuk menghindari konflik di antara sesama guru.
"Karena kalau kita tunjuk wakilnya jadi Plh, malah bisa ribut sama guru lainnya. Karena memang biasanya habis jadi Plh bisa diangkat jadi Kepsek lagi. Kalau pengawas ini, tidak mungkin diangkat kembali jadi kepsek," urainya panjang lebar.
Namun begitu, Rustam memastikan, sebelum Ujian Nasional (UN) tingkat SD nanti, kepsek defenitif sudah ditunjuk dan dilantik. Pasalnya, untuk penandatanganan ijazah, harus dilakukan oleh kepsek definitif.
Sebelumnya, masalah ini disorot anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Chairul Huda. Ia meminta perhatian serius dari Disdik Samarinda, demi terciptanya kenyamanan dan keharmonisan belajar di sekolah. Juga dimaksudkan sebagai langkah regenerasi kader pendidik. (rm-2 sapos.co.id 22/01/10)




