TK2D Jangan Malas
SANGATTA. Asisten Administrasi Sekretariat Pemkab Kutim, Riza Indra Riadi mengimbau kepada seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Kutai Timur khususnya Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) agar dapat bekerja dengan baik dan tidak bermalas-malasan.
"Diharapkan seluruh TK2D bisa meningkatkan disiplin, kemampuan bekerja serta menambah pengetahuan penujang pekerjaan," kata Riza Indra Riadi saat memimpin apel pagi di Halaman kantor Bupati Senin (25/1) kemarin.
Sebab, sambungnya, pihak Pemkab Kutim ke depan akan terus melakukan evaluasi terhadap semua tenaga honorer terkait kinerja pegawai bersangkutan selama ini. Hal tersebut sengaja dilakukan demi terwujudnya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.
"Tolong kepada kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah) agar mengingatkan agar mereka (TK2D,Red) dapat melaksanakan tugas dan aturan mulai dari yang sederhana," pinta Riza dihadapan peserta apel pagi itu. "Dan untuk TK2D jangan enak-enakan (bermalas-malasan), khususnya TK2D yang mengajukan SK (surat keputusan) perpanjangan, karena ada ribuan (pencari kerja) yang mengantre mau menjadi honor," tambahnya.
Melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik dari tingkatan yang paling sederhana tersebut contohnya yakni rutin mengikuti apel pagi di halaman kantor masing-masing.
Menurutnya sudah sewajarnya jika pegawai TK2D terus mengasah keterampilan terkait pekerjaan yang dilakukannya guna mewujudkan professionalisme dan etos kerja pegawai.
Selain itu Riza juga menginginkan agar seluruh kepala SKPD dapat terus melakukan penilaian terhadap pegawai bawahannya, sebagai tahap evaluasi apakah pegawai tersebut selama ini melaksanakan tugas dengan baik atau tidak.
Dijelaskan, saat ini banyak para pencari kerja juga tertarik untuk menjadi pegawai honorer karena jumlah peluang dan lowongan perkerjaan yang semakin sulit dicari sedangkan jumlah tenaga kerjanya semakin meningkat setiap tahunnya.
Mengenai rencana Pemkab Kutim yang akan menambah penerimaan TK2D dari jalur umum, Riza mengatakan akan melakukan rapat intensif dengan instansi terkait agar pada pelaksanaan test penerimaan tenaga honorer tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus mengantisipasi membludaknya jumlah pelamar. (hms4/kpnn) Sumber : sapos.co.id, 26/01/2010
"Diharapkan seluruh TK2D bisa meningkatkan disiplin, kemampuan bekerja serta menambah pengetahuan penujang pekerjaan," kata Riza Indra Riadi saat memimpin apel pagi di Halaman kantor Bupati Senin (25/1) kemarin.
Sebab, sambungnya, pihak Pemkab Kutim ke depan akan terus melakukan evaluasi terhadap semua tenaga honorer terkait kinerja pegawai bersangkutan selama ini. Hal tersebut sengaja dilakukan demi terwujudnya peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.
"Tolong kepada kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah) agar mengingatkan agar mereka (TK2D,Red) dapat melaksanakan tugas dan aturan mulai dari yang sederhana," pinta Riza dihadapan peserta apel pagi itu. "Dan untuk TK2D jangan enak-enakan (bermalas-malasan), khususnya TK2D yang mengajukan SK (surat keputusan) perpanjangan, karena ada ribuan (pencari kerja) yang mengantre mau menjadi honor," tambahnya.
Melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik dari tingkatan yang paling sederhana tersebut contohnya yakni rutin mengikuti apel pagi di halaman kantor masing-masing.
Menurutnya sudah sewajarnya jika pegawai TK2D terus mengasah keterampilan terkait pekerjaan yang dilakukannya guna mewujudkan professionalisme dan etos kerja pegawai.
Selain itu Riza juga menginginkan agar seluruh kepala SKPD dapat terus melakukan penilaian terhadap pegawai bawahannya, sebagai tahap evaluasi apakah pegawai tersebut selama ini melaksanakan tugas dengan baik atau tidak.
Dijelaskan, saat ini banyak para pencari kerja juga tertarik untuk menjadi pegawai honorer karena jumlah peluang dan lowongan perkerjaan yang semakin sulit dicari sedangkan jumlah tenaga kerjanya semakin meningkat setiap tahunnya.
Mengenai rencana Pemkab Kutim yang akan menambah penerimaan TK2D dari jalur umum, Riza mengatakan akan melakukan rapat intensif dengan instansi terkait agar pada pelaksanaan test penerimaan tenaga honorer tersebut dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus mengantisipasi membludaknya jumlah pelamar. (hms4/kpnn) Sumber : sapos.co.id, 26/01/2010




