Mutasi Bergulir, untuk Pembenahan
Amins: Utamakan Pelayanan, Jaga Amanah
SAMARINDA— Bertepatan dengan Hari Jadi kota Samarinda ke 342 dan HUT Pemkot ke 50, gong mutasi pejabat kembali ditabuh di awal tahun 2010 ini. Pelantikan pejabat eselon II, III dan IV ini pun tak terlepas dari bagian kehidupan organisasi dalam rangka pembinaan karier pegawai sekaligus penyegaran dan peningkatan kinerja. ”Pelantikan ini harus dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekadar siapa menempati posisi apa atau siapa bertukar tempat dengan siapa.
SAMARINDA— Bertepatan dengan Hari Jadi kota Samarinda ke 342 dan HUT Pemkot ke 50, gong mutasi pejabat kembali ditabuh di awal tahun 2010 ini. Pelantikan pejabat eselon II, III dan IV ini pun tak terlepas dari bagian kehidupan organisasi dalam rangka pembinaan karier pegawai sekaligus penyegaran dan peningkatan kinerja. ”Pelantikan ini harus dimaknai terutama dari sudut kepentingan organisasi, bukan sekadar siapa menempati posisi apa atau siapa bertukar tempat dengan siapa.
Saya pastikan, pengembangan pegawai di lingkup pemerintah kota Samarinda semata-mata demi pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan umum,” ujar Wali Kota Samarinda Achmad Amins dalam sambutannya pada pelantikan yang digelar di rumah jabatan Wali Kota, Rabu (27/1). Menurut Amins, parameter utamanya adalah kapasitas, integritas, loyalitas, moralitas, kapasitas, pangkat serta pengabdian dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab kepada pekerjaan. “Dalam kacamata seseorang yang bijak, mutasi merupakan suatu amanah, karena setiap perpindahan tugas dan area kerja sesungguhnya akan memperkaya pengalaman pegawai dalam mengadaptasi lingkungan strategis yang berubah cepat. Akhirnya, setiap mutasi selalu menjadi potensi pengkayaan dan pembinaan karier sekaligus bagian dari upaya mewujudkan tata pemerintahan yang baik,” imbuhnya. Menurutnya, menjadi pejabat atau pimpinan instansi memang terlihat enak, karena otomatis dilekati dengan fasilitas. Namun, hendaknya diingat bahwa konsekuensinya tidak ringan. Karena setiap setiap pejabat harus mampu mengarahkan staf untuk mencapai tujuan, menampakkan keteladanan, mampu mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab, mampu menjaga sikap, perilaku dan komitmen. “Dan satu lagi harus siap sewaktu-waktu lengser, sebab jabatan adalah kepercayaan dari pimpinan sehingga tidak bersifat kekal,” tandasnya. Oleh karena itu, Amins tak bosan-bosannya mengajak meningkatkan disiplun kerja dan perkuat koordinasi, karena kedua hal tersebut adalah kunci kesuksesan pekerjaan. “Administrasi keuangan juga perlu terus disempurnakan agar tidak timbul celah penyelewengan yang dapat berujung pada pemeriksaan atau urusan dengan aparat penegak hukum,” pesan Amins di hadapan pejabat yang dilantik maupun pejabat lainnya di lingkungan Pemkot Samarinda serta unsur Muspida. (hms2) Sumber : kaltimpost.co.id, 28/01/2010




