Kutim Sekolahkan 331 Guru SD
SANGATTA. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupten Kutai Timur kembali membiayai ratusan guru dan tenaga pengajar untuk bersekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Pemkab Kutim menyekolahkan 331 guru SD, SMP dan SMA dari berbagai kecamatan. Kuliah perdana mahasiswa pra kualifikasi Strata I bagi PGSD (pendidikan guru sekolah dasar), PGTK (pendidikan guru taman kanak-kanak), PAUD (pendidikan anak usia dini), Penjaskes, Akta IV tahun akademik 2009/2010 tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman di Gedung Wanita Bukit Pelangi Kamis (28/1) kemarin.
Dalam sambutannya Ardiansyah meminta agar para mahasiswa yang merupakan guru PNS, honorer serta para guru bantu itu dapat memanfaatkan kesempatan dan dukungan yang diberikan pemerintah untuk menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya.
"Jangan disia-siakan kesempatan emas (kuliah) ini, manfaatkan sebaik-baiknya hingga lulus sarjana atau S-1," pinta Ardiansyah kepada ratusan mahasiswa program khusus guru tersebut.
Dijelaskan olehnya, menyekolahkan para tenaga pendidik ke jenjang yang lebih tinggi ini bertujuan agar para guru bisa mendapatkan sertifikasi dan kualifikasi sesuai standarisasi dunia pendidikan saat ini.
Dirinya mengharapkan melalui kerjasama dengan pihak Unmul ini, guru yang lulus menjadi sarjana benar-benar sarjana yang diakui bukan sebagai sarjana instan yang banyak terjadi sekarang ini melainkan sarja legal secara menyeluruh.
"Yang satu tahun kuliah langsung S-1 itu salah!,' tegas Ardiasnyah. "Bagaimana mau mendidik dengan baik jika kuliah hanya satu tahun, sedangkan yang lima tahun kuliah saja belum tentu bisa mengajar dengan baik, apalagi yang kuliah satu tahun langsung lulus," tambahnya.
Berikutnya Ardiansyah meminta para guru untuk bersabar dan tekun menjalani proses perkuliahan yang memang memakan waktu yang tidak sebentar itu, juga mengingatkan agar kesempatan ini tidak diambil hanya untuk sebuah trend hanya untuk mendapatkan ijazah saja sebagai syarat kualifikasi nantinya tetapi dapat digunakan sebagai ajang memperbaiki kualitas dan pengembangan diri. Karena, katanya lagi, jika guru hanya termotifasi akan hal tersebut maka bukan ilmu dan pengetahuan yang didapat melainkan hanya ijazah.
Acara tersebut dihadiri ratusan guru, Dekan FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Unmul Prof Dr Ichrar Asbar dan para dosen Unmul, serta beberapa pejabat Kutim.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kutim Iman Hidayat dalam laporannya mengatakan guru yang mengikuti program perkuliahan ini total berjumlah 331 orang dengan rincian PGSD 139 orang, PGTK 40 orang, Penjaskes 48 orang, Akta IV atau guru yang ikut serta hanya untuk mendapatkan sertifikat mengajar berjumlah 40 orang serta 64 orang sisanya mengikuti kompetensi mengajar Agama Islam.
"Program (kuliah) bagi guru ini adalah bentuk kepedulian Pemkab Kutim bagi tenaga pegajar yang ada di daerah," kata Iman.
Dan program seperti ini, sambungnya, telah dilaksanakan sejak tahun 2007 lalu berjumlah empat angkatan hingga tahun 2010 ini. Tahun 2007 diprioritaskan bagi guru PNS sedangkan tahun berikutnya juga berlaku bagi guru honor dan guru bantu.
Pada kesempatan itu, Iman meminta agar para guru sebelumnya bisa membuat pernyataan yang berisi bersedia mengabdi di Kutim setelah menjadi seorang sarjana.
Hal tersebut dilakukan agar setelah lulus guru yang telah disekolahkan oleh Pemkab Kutim tidak meninggalkan daerah ini dan mengabdi didaerah lain.
Sedangkan pelaksanaan perkuliahan regular nantinya akan dilaksanakan di dua tempat yakni SDN 002 dan sekolah milik YPPSB Sangatta Utara. (hms4/kpnn) Sumber : sapos.co.id, 29/01/2010
Dalam sambutannya Ardiansyah meminta agar para mahasiswa yang merupakan guru PNS, honorer serta para guru bantu itu dapat memanfaatkan kesempatan dan dukungan yang diberikan pemerintah untuk menempuh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya.
"Jangan disia-siakan kesempatan emas (kuliah) ini, manfaatkan sebaik-baiknya hingga lulus sarjana atau S-1," pinta Ardiansyah kepada ratusan mahasiswa program khusus guru tersebut.
Dijelaskan olehnya, menyekolahkan para tenaga pendidik ke jenjang yang lebih tinggi ini bertujuan agar para guru bisa mendapatkan sertifikasi dan kualifikasi sesuai standarisasi dunia pendidikan saat ini.
Dirinya mengharapkan melalui kerjasama dengan pihak Unmul ini, guru yang lulus menjadi sarjana benar-benar sarjana yang diakui bukan sebagai sarjana instan yang banyak terjadi sekarang ini melainkan sarja legal secara menyeluruh.
"Yang satu tahun kuliah langsung S-1 itu salah!,' tegas Ardiasnyah. "Bagaimana mau mendidik dengan baik jika kuliah hanya satu tahun, sedangkan yang lima tahun kuliah saja belum tentu bisa mengajar dengan baik, apalagi yang kuliah satu tahun langsung lulus," tambahnya.
Berikutnya Ardiansyah meminta para guru untuk bersabar dan tekun menjalani proses perkuliahan yang memang memakan waktu yang tidak sebentar itu, juga mengingatkan agar kesempatan ini tidak diambil hanya untuk sebuah trend hanya untuk mendapatkan ijazah saja sebagai syarat kualifikasi nantinya tetapi dapat digunakan sebagai ajang memperbaiki kualitas dan pengembangan diri. Karena, katanya lagi, jika guru hanya termotifasi akan hal tersebut maka bukan ilmu dan pengetahuan yang didapat melainkan hanya ijazah.
Acara tersebut dihadiri ratusan guru, Dekan FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Unmul Prof Dr Ichrar Asbar dan para dosen Unmul, serta beberapa pejabat Kutim.
Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kutim Iman Hidayat dalam laporannya mengatakan guru yang mengikuti program perkuliahan ini total berjumlah 331 orang dengan rincian PGSD 139 orang, PGTK 40 orang, Penjaskes 48 orang, Akta IV atau guru yang ikut serta hanya untuk mendapatkan sertifikat mengajar berjumlah 40 orang serta 64 orang sisanya mengikuti kompetensi mengajar Agama Islam.
"Program (kuliah) bagi guru ini adalah bentuk kepedulian Pemkab Kutim bagi tenaga pegajar yang ada di daerah," kata Iman.
Dan program seperti ini, sambungnya, telah dilaksanakan sejak tahun 2007 lalu berjumlah empat angkatan hingga tahun 2010 ini. Tahun 2007 diprioritaskan bagi guru PNS sedangkan tahun berikutnya juga berlaku bagi guru honor dan guru bantu.
Pada kesempatan itu, Iman meminta agar para guru sebelumnya bisa membuat pernyataan yang berisi bersedia mengabdi di Kutim setelah menjadi seorang sarjana.
Hal tersebut dilakukan agar setelah lulus guru yang telah disekolahkan oleh Pemkab Kutim tidak meninggalkan daerah ini dan mengabdi didaerah lain.
Sedangkan pelaksanaan perkuliahan regular nantinya akan dilaksanakan di dua tempat yakni SDN 002 dan sekolah milik YPPSB Sangatta Utara. (hms4/kpnn) Sumber : sapos.co.id, 29/01/2010




