Guru Dimutasi, Siswa Demonstrasi
BALIKPAPAN - Ratusan siswa SMAN 5 Balikpapan, Kamis (28/1) kemarin menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolahnya di Jl Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan. Mereka menuntut Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Balikpapan membatalkan keputusannya memutasi tujuh guru SMA 5 ke sekolah lain.
Koordinator aksi, Akbar mengatakan, aksi ini merupakan wujud penolakan keras siswa jika tujuh guru SMAN 5 dimutasi, di antaranya Eko, Emi Sitanggang, Kusdwiyani, Amiruddin, Tennes, Hamsir, dan Erwin. Mereka dimutasi ke sejumlah sekolah di Balikpapan berdasarkan SK Kadisdik tertanggal 26 Januari 2010 lalu.
Salahsatu alasan penolakan ialah, mutasi ini akan berdampak psikologis terhadap seluruh siswa. “Sebentar lagi ujian akhir nasional (UAN), masa guru kami dimutasikan begitu saja. Siapa lagi yang mengangkat semangat kami,” kata Akbar.
Dalam tuntutannya, siswa juga mempertanyakan kebijakan peraturan di mana siswa dan guru tidak dilibatkan sebelum keputusan mutasi. Ia juga menyesalkan, peran pihak SMAN 5 yang dinilai sangat minim dalam mempertahankan ketujuh guru tersebut agar tetap mengajar di sekolahnya. “SMA lain saja bisa mempertahankan gurunya supaya enggak dimutasi, masa guru kami tidak,” terangnya.
Akbar juga mengungkapkan ketidakrasionalan mutasi guru tersebut. Misalnya yang dialami Kusdwiyani, guru PPKN ini akan dipindahkan ke salahsatu SMP di Balikpapan. “Masa guru kami yang notabenennya guru SMA dimutasi ke SMP. Enggak rasional kan?” katanya.
Ia menilai, masih banyak guru lain di SMAN 5 yang lebih pantas dimutasi. Misalnya guru baru yang memang harus banyak jam terbang.
Kepala SMAN 5, Siswantoro mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait mutasi tersebut. Sebab mutasi adalah kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Balikpapan. Ia mengatakan, keputusan pemindahan telah ditetapkan dan kepala sekolah tidak dapat mengintervensi. “Mungkin saya cuma bisa membantu mediasi dengan Disdik karena keputusan ada di tangan Kadisdik,” ujar Siswantoro.
Aksi yang dimulai pukul 09.45 Wita ini, sempat membuat guru panik. Pasalnya aksi yang awalnya diperkirakan hanya berlangsung di seputaran lingkungan sekolah melebar ke luar. Para pedemo berusaha merangsek keluar pagar untuk melakukan aksi unjuk rasa di kantor Disdik yang kebetulan berjarak tak jauh dari sekolah.
Pihak guru pun meminta bantuan kepolisian untuk meredam aksi tersebut. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi dan berhasil menenangkan siswa. Namun aspirasi siswa tetap disalurkan ke kantor Disdik melalui perwakilan siswa. (*/ede) (Sumber : kaltimpost.co.id, 30-01-2010)




