Guru di Sebatik Tinggal di Ruangan OSIS
NUNUKAN - Sejumlah pihak sekolah di Kecamatan Sebatik mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Dengan kondisi seperti itu, sejumlah kepala sekolah di kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu pesimis bisa mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan.
"Kita berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, kita merasa malu kalau dari sekolah-sekolah di Malaysia mengunjungi sekolah kita. Masih ada beberapa guru yang tinggal di ruangan-ruangan yang mestinya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Misalnya laboratorium, ruangan OSIS, bahkan kantor yang seharusnya punya ruangan sendiri ternyata juga harus menggunakan ruang kelas belajar," ungkap Kepala Sekolah MTs Sebatik, Sunimal Latasi.
Keluhan pihak sekolah ini disampaikan dalam tatap muka dengan Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Abdul Azis Muhammadiyah di Sungai Nyamuk, Sebatik.
Sebagian peserta yang hadir pada pertemuan tersebut mengeluhkan minimnya sarana dan prasarana yang tidak memadai dan boleh dikatakan sangat memperihatinkan. Persoalan seperti ini juga ditemukan Disdik di Kecamatan Sebatik Barat.
"Untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Nunukan, data data yang valid tentang kondisi setiap sekolah harus jelas dan harus ter -update sesuai jangka waktu yang telah ditentukan. Karena ini adalah langkah awal jika kita ingin melakukan pembenahan ditubuh Disdik yang selama ini carut marut," kata Azis menjawab pertanyaan pihak sekolah di Sebatik. (tribunkaltim.co.id/17/02/2010)




