Dokter Spesialis tidak Betah di RSUD Nunukan
NUNUKAN--MI: Sejumlah dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan memilih kabur setelah masa dinasnya berakhir.
Dokter spesialis kandungan dan kebidanan RSUD Nunukan Dr Amirudin Saini SPOG mengatakan, sudah tiga dokter yang kabur karena tidak betah. "Yang betah hanya dokter bedah saja. Sudah tidak ada dokter spesialis yang betah. Saya ajak teman saya ke sini dan saya sudah janjikan Rp 10 juta, tetapi tidak ada yang berminat," ujarnya, Jumat (26/2).
Salah satu yang menyebabkan dokter spesialis tidak betah karena menyangkut masalah kesejahteraan mereka. "Satu tahun di sini baru kita terima jasa medik. Ada yang dua tahun baru menerima. Padahal, itu hak kami. Ini bisa terjadi karena semua dana disetor ke Pemda, ujarnya.
Lantas, ia pernah sharing dengan teman di kabupaten lain. Ternyata, penghasilan dokter spesialis di sana jauh dari yang ia dapatkan di sini. Mereka senang melayani pasien miskin karena jasa mediknya tinggi. Bahkan, mereka lebih senang melayani pasien miskin daripada yang biasa. "Jangan terus-terus pelayanan rumah sakit yang dipermasalahkan, tetapi tidak mencari apa sebenarnya yang menjadi akar permasalahannya," katanya.
Amirudin mengatakan, jasa medik yang diterimanya untuk mengoperasi satu pasien sama dengan yang didapatnya saat melayani satu dokter umum praktek. "Padahal, operasi memegang pisau. Kami berisiko tertular penyakit. Ada yang hepatitis. Itu risiko kami tertular kalau ada luka sedikit saja. Guru-guru kami di Makassar, profesor dokter khusus hati ada yang meninggal karena penyakit hati," katanya. (mediaindonesia.com/01/03/2010)




