Bayar Gaji Pegawai, Pemkot Ngutang Rp30 M?
SAMARINDA. Keuangan Pemkot Samarinda diduga sedang seret. Bahkan dari sumber terpercaya kepada Sapos, untuk membayar gaji pegawai, Pemkot sampai-sampai harus berutang kepada Bankaltim sebesar Rp30 miliar. Itu untuk membayar gaji Maret ini yang nilainya Rp28 miliar.
"Ya, Pemkot terpaksa utang dengan Bankaltim Rp30 miliar. Itu untuk bayar pegawai Pemkot. Mulai PNS, PTTB, hingga anggota dewan," terang sumber tersebut kemarin.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Kata sumber itu, penyebabnya lantaran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat belum juga turun. Padahal, DAU tersebut yang diandalkan untuk membayar gaji pegawai. Sementara pemasukan lain juga belum ada.
"APBD Kota Samarinda memang besar. Nilainya Rp2,3 triliun. Tapi ya itu tadi, sebagian besar dananya tergantung pemerintah pusat. Kalau dari pusat enggak turun-turun, ya seperti ini, kacau jadinya. Berbagai proyek tak bisa jalan. Jangan kan itu, bayar gaji saja ngutang dulu," imbuhnya lagi.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkot Samarinda HM Faisal yang dikonfirmasi semalam perihal masalah tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti. Kendati demikian, ia tidak membantah sampai saat ini kondisi keuangan di Pemkot Samarinda memang sedang seret.
"Wah, soal masalah ini, saya pribadi belum mengetahuinya secara jelas. Tapi memang kalau sekarang keuangan Pemkot sedang seret," ujarnya.
Seretnya kondisi keuangan Pemkot Samarinda, kata Faisal, memang sedikit banyaknya dipengaruhi dari DAU untuk Kota Samarinda yang selama ini terus mengalami kekurangan.
Menurutnya, kalau pun hal ini terjadi, tentu saja tidak masalah. Apalagi, dana yang akan dipinjamkan untuk menggaji PNS yang menjadi salah pengeluaran rutin dan prioritas Pemkot Samarinda. "Pada prinsipnya gaji PNS tidak boleh tersendat. Jadi kalau memang ada masalah pada kondisi keuangan, peminjaman kepada Bank tertentu bisa jadi solusi," tandasnya.
Meski kabar tersebut belum dapat dipastikan, namun sejumlah staf PNS di lingkungan Pemkot Samarinda mengaku memang belum mendapat kucuran dana insetif sejak beberapa bulan terakhir. "Kalau pembayaran gaji, sampai sekarang tidak ada masalah. Setiap bulan kami menerima tepat waktu. Tapi kalau yang ditanya dana insentif memang mengalami keterlambatan," ujar staf PNS dilingkungan Sekretartiat Kota Samarinda.
Menanggapi hal ini, Faisal mengaku bahwa keterlambatan pembayaran isentif bukan menjadi masalah. "Insentif saya saja sering terlambat," jelasnya singkat. (ara) Sumber : www.sapos.co.id, 05/03/2010




