Baru Rencana, Akui Sebagai Safety
Untuk Gaji PNS, Pemkot Bantah Ngutang
SAMARINDA. Kabar yang menyebutkan bahwa Pemkot Samarinda harus berutang senilai Rp30 miliar kepada Bankaltim untuk menggaji PNS dan PTTB hingga anggota DPRD dibantah Asisten IV Setkot Samarinda Drs Maryadi MSi.
"Tidak benar jika Pemkot harus ngutang dulu untuk gaji PNS. Sekarang gaji sudah normal kok, dan itu diambil dari alokasi belanja rutin yang sebelumnya memang sudah dianggarkan," tegas Maryadi kepada Sapos.
Kendati demikian, mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda ini mengakui bahwa memang ada rencana untuk mengutang kepada Bankaltim. Alasanya, rencana tersebut dilakukan untuk menjaga-jaga atau tindakan safety. Langkah ini dilakukan, kata Maraydi, karena memang kondisi keuangan Pemkot Samarinda saat ini sedang seret. Bahkan rencana ini sudah dalam proses.
"Tapi sekali lagi kami tegaskan rencana itu dilakukan untuk menjaga-jaga. Jangan sampai akibat seretnya keuangan justru gaji PNS yang dikorbankan. Kami tidak ingin ini terjadi," harapnya.
Ia juga mengakui bahwa seretnya keuangan Pemkot Samarinda sedikit banyaknya memang dipengaruhi Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Kota Samarinda dari pemerintah pusat yang semakin berkurang. Apalagi, selama ini untuk menggaji PNS Pemkot memang mengandalkan DAU.
Ia juga menjamin meski DAU Kota Samarinda mengalami penurunan yang drastis, namun hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap pengeluaran lain khususnya untuk mendukung pembangunan. Pasalnya dana tersebut telah teralokasi secara khususu. "Berkurangnya DAU tidak menganggu pembangunan secara umum. Kalau gaji dan pegeluaran rutin memang sedikit terganggu, karena selama ini untuk menggaji PNS dialokasikan dari dana ini," urainya.
Sebelumnya diberitakan, untuk membayar gaji pegawai Pemkot sampai-sampai harus berutang kepada Bankaltim sebesar Rp30 miliar. Itu untuk membayar gaji Maret ini yang nilainya Rp28 miliar. "Sebelumnya memang ada masalah pembayaran gaji untuk tenaga honorer. Tapi sekarang sudah selesai," tambahnya, seraya mengatakan bahwa tenaga honorer yang dimaksud tenaga perawat di RSUD IA Moeis. (ara/samarindapos.co.id/05/03/2010)




